Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AHY Ungkap Sidang Kabinet di IKN Bahas Transisi Kepemimpinan

Kompas.com, 12 September 2024, 21:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Sidang kabinet di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), diagendakan membahas tentang transisi kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, setibanya di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, langsung dari Surabaya, Kamis (12/9/2024).

Menurut AHY, agenda pada sidang kabinet paripurna yang akan dihadiri seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju (KIM) ini sangat penting dan merupakan sebuah fase yang harus dikawal bersama.

Baca juga: Selama Ngantor di IKN, Mobilitas Jokowi Melalui Bandara Sepinggan

"Transisi kepemimpinan merupakan hal strategis. Ini sudah tanggal 12 September, artinya menuju ke 20 Oktober tidak terlalu lama lagi. Oleh karena itu, kami benar-benar ingin meyakinkan sebuah proses transisi yang baik," tutur AHY.

Untuk menyambut masa transisi ini, AHY dan jajaran Kementerian ATR/BPN memastikan akan terus berupaya untuk menuntaskan tugas-tugas dan target-target pencapaian sampai Oktober 2024 ini.

Caranya dengan mempersiapkan titik referensi (baseline) yang akan digunakan atau diserahkan kepada pemerintahan yang baru.

AHY menilai titik referensi ini penting untuk mengetahui kinerja mana saja yang sudah sesuai dengan target dengan capaian optimal agar bisa dilanjutkan.

Baca juga: Usai Wapres, 6 Menteri Berturutan Tiba, Ikut Rapat Kabinet di IKN

Kendati demikian, dia mengakui, masih ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk bisa dikawal bersama-sama agar tentu bisa semakin baik ke depan.

Adapun pencapaian Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang merupakan program strategis nasional dengan tujuan untuk menghadirkan kepastian hukum atas tanah bagi seluruh masyarakat Indonesia, telah mencapai tingkat memuaskan.

Hingga September 2024, PTSL telah 117 juta bidang tanah terdaftar. Sementara target hingga akhir Desember 2024 sebanyak 120 juta bidang tanah terdaftar.

AHY berharap dalam sisa waktu yang ada, pihaknya akan tetap bisa fokus, memastikan kantor-kantor pertanahan (kantah) di daerah bisa bekerja secara efektif.

Baca juga: Wacana Pemindahan Ibu Kota Muncul Tiap Tahun, Begini Kisahnya

Selain itu, dalam tata ruang secara nasional, PTSL juga memiliki peran penting karena mendorong terciptanya administrasi pertanahan yang semakin rapi.

"Termasuk juga yang ada di Kalimantan Timur ini, agar target-target PTSL bisa tercapai dengan baik," tuntas AHY.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau