Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Wapres, 6 Menteri Berturutan Tiba, Ikut Rapat Kabinet di IKN

Kompas.com, 12 September 2024, 19:26 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendarat di Bandara Very-Very Important Person (VVIP) Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (12/9/2024) sore.

Wapres keluar dari terminal VVIP Bandara tersebut dan masuk ke dalam mobil berwarna hitam dengan nomor polisi Indonesia 2 sekitar pukul 17.32 WITA.

Baca juga: Perdana, Pesawat Jet Berpenumpang Mendarat Mulus di Bandara IKN

Selanjutnya, Wapres dan rombongan akan bergabung dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang telah tiba lebih dulu pada pukul 10.30 WITA, di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kedatangan Presiden disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto.

Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, tiba di Bandara Sulaiman Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kamis (12/9/2024).Kementerian ATR/BPN Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, tiba di Bandara Sulaiman Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kamis (12/9/2024).
Usai wapres bertolak ke IKN, berturut-turut tiba di terminal VVIP Bandara SAMS adalah enam menteri anggota Kabinet Indonesia Maju (KIM), yakni Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Baca juga: Hari Perdana Ngantor di IKN, Jokowi Beri Arahan ke TNI/Polri

Kemudian Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurti Yudhoyono.

Keenam menteri tersebut akan mengikuti agenda rapat paripurna dan sidang kabinet di Istana Garuda, IKN, pada Jumat (13/9/2024).

Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, tiba di Bandara Sulaiman Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kamis (12/9/2024).Kementerian ATR/BPN Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, tiba di Bandara Sulaiman Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kamis (12/9/2024).
Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi akan berkantor di IKN pada 10 September hingga 19 Oktober 2024 atau selama 40 hari.

"Rencana beliau berkantor itu sampai tanggal 19 (Oktober). Kemungkinan dari tanggal 10 (September) sampai tanggal 19 Oktober," kata Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, dilansir dari Antara, Jumat (7/9/2024).

Baca juga: IKN, Kota Pertama yang Dibangun Indonesia dari Awal

Nantinya, Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah dan luar kota, dengan titik keberangkatan dari IKN selama kurun waktu tersebut.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono, tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kamis (12/9/2024).Kementerian ATR/BPN Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono, tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kamis (12/9/2024).
Di samping itu, sejumlah rapat bersama para pejabat terkait juga bakal dilaksanakan di sana.

"Beliau kerja di sana sambil mengundang yang terkait untuk rapat," katanya.

Saat ditanya lebih lanjut soal kurun waktu Presiden berkantor di IKN, Heru memastikan Presiden Jokowi akan berada di IKN selama 40 hari hingga 19 Oktober 2024.

Baca juga: Menhub: Izin Operasi Bandara IKN Sudah Terbit

"Ya kalau sampai tanggal 19 Oktober berarti 40 harian," kata Heru. H

eru Budi Heru menambahkan, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dari Kementerian Sekretariat Negara, termasuk Sekretariat Presiden, juga sudah mulai berkantor di IKN.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau