Penulis
Yudhi mencontohkan saat El Nino beberapa waktu lalu mengakibatkan penurunan kapasitas produksi, yang berdampak pada penurunan debit air di waduk Manggar dan Teritip.
Namun saat ini musim penghujan datang, artinya ini anugerah juga karena kami bisa meningkatkan produksi air hingga 100 persen.
Baca juga: Istana Garuda Bakal Diresmikan Prabowo, Seperti Apa Interiornya?
"Kendati begitu, peningkatan produksi kapasitas 100 persen itu pun belum bisa memenuhi kebutuhan eksisting layanan air di Kota Balikpapan, sehingga kami harus melakukan upaya rekayasa penggiliran distribusi air," cetus Yudhi.
Sementara kondisi pipa transmisi yang sudah berusia lebih dari 30 tahun, membutuhkan penanganan lebih serius demi efektivitas dan efisiensi distribusi kepada pelanggan.
"Tentunya kami harus hati-hati karena topografi Kota Balikpapan yang berbukit dan mudah longsor. Ini juga biasanya mengakibatkan beberapa pipa mengalami kerusakan. Kami sudah melakukan antisipasi dan perbaikan," tuntas Yudhi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang