Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto sama sekali tak menyinggung Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam pidato politik perdananya usai dilantik di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Padahal, dua hari sebelumnya, Plt Otorita IKN Basuki Hadimuljono memastikan pemerintahan baru akan fokus pada percepatan pembangunan IKN.
"Setelah berbincang dengan Presiden terpilih hari ini (Jumat), beliau menyampaikan target-targetnya untuk pembangunan Nusantara yaitu fokus melakukan percepatan," ungkap Basuki, saat penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Pengalokasian Lahan IKN dan Akta Notarial, Jumat (18/10/2024).
Baca juga: IKN Dongkrak Peningkatan Pajak Kota Balikpapan
Sebaliknya, pidato Presiden ke-8 ini menitikberatkan pada kemandirian dan ketahanan pangan, transformasi dan kemandirian energi, kesadaran anti-korupsi, pendidikan, kemiskinan, subsidi tepat sasaran, dan kepemimpinan yang menjadi tauladan.
Selain itu, kritik pada praktik korupsi di berbagai eselon dan usaha bisnis, pentingnya kolaborasi semua pihak, sikap arif dan bijaksana, dan pentingnya demokrasi Indonesia yang santun.
Selanjutnya, Prabowo juga menyinggung semua pihak menghindari permusuhan dan caci-maki, memerdekakan rakyat dari ketakutan dan kemiskinan, menjalankan kebijakan luar negeri yang aktif dan menjadi good neighbour, dan apresiasi pemimpin sebelumnya.
Pidato Prabowo diakhiri dengan pekikan "merdeka" yang membahana.
Untuk diketahui, hingga pekan pertama Oktober 2024, progres pembangunan infrastruktur IKN saat ini telah menembus angka 58 persen.
Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur sekaligus Plt Deputi Sarana dan Prasana Otorita IKN Danis Hidayat Sumadilaga memerinci, Batch I yang mencakup ekosistem pemerintahan dan hunian menunjukkan kemajuan sekitar 94 persen.
Sementara Batch II yang meliputi rumah susun (rusun) ASN, TNI/Polri, dan Rusun BIN mencapai perkembangan 60 persen.
Baca juga: Presiden Prabowo Fokus Percepatan Pembangunan IKN
"Dan Batch III sekitar 20 persen, termasuk Istana Wakil Presiden," ungkap Danis beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.
Menurut Danis, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprioritaskan penyelesaian Batch I terutama Kompleks Istana Kepresidenan, ekosistem perkantoran, dan rusun ASN.
"Itu yang prioritas. Di samping jaringan air, listrik, dan internet yang sudah supaya benar-benar berfungsi. Itu kami targetkan selesai bertahap sampai dengan Desember 2024," ujar Danis.
Sementara Bandara Nusantara yang merupakan kontrak pekerjaan Batch II namun dikerjakan bersamaan dengan Batch I ditargetkan tuntas akhir Desember 2024, lengkap dengan landasan pacu sepanjang 3.000 meter sehingga bisa didarati pesawat berbadan lebar (wide body) Boeing Business Jet (BBJ) 777 dan Airbus 380.
"Bandara Nusantara ini akan dilengkapi dengan jalan akses bandara yang terhubung Tol IKN Seksi 5B Jembatan Pulau Balang-Sp Riko, dan menerus ke Jalan Bebas Hambatan (JBH) Seksi 6A Sp Riko-Outer Ring Road, JBH 6B Rencana Outer Ring Road-Sp. 3 ITCI, dan JBH 6C Sp. 3 ITCI-Simpang 1B-Sumbu Kebangsaan Timur KIPP," tuntas Danis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang