Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada IKN, Pilkada Balikpapan Diharapkan Hasilkan Pemimpin Berkualitas

Kompas.com, 28 Oktober 2024, 12:58 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk memilih wali kota dan wakil wali kota pada 27 November 2024.

Sebagai wujud komitmen memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat, dilaksanakan Silaturahmi Forkopimda yang dirangkai dengan Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Pilkada Damai, Senin (28/10/2024).

Pjs Wali Kota Balikpapan Ahmad Muzakkir mengharapkan Pilkada 2024 ini akan menghasilkan pemimpin/wali kota yang berkualitas, terlebih dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga: Prabowo dan Jokowi Minta Basuki Jadi Kepala Otorita IKN

Sebagai teras IKN, Balikpapan diharapkan mempunyai pemimpin berkualitas yang menguasai permasalahan perkotaan.

"Saya pikir Balikpapan adalah gudang para pemimpin yang cerdas. Dengan demikian, menurut saya secara pribadi yang menjadi indikator utama adalah menguasai kota Balikpapan dengan seluruh permasalahan dan keunggulannya," tutur Muzakkir menjawab Kompas.com.

Dengan menguasai permasalahan dan potensi Balikpapan yang unggul, pemimpin baru ini akan dapat melahirkan kebijakan-kebijakan yang sinergis dengan kebijakan provinsi dan Nasional.

"Saya kira semua masyarakat mendambakan pemimpin yang bisa mewadahi dan memahami karakteristik kemudian menyusun program-program untuk kesejahteraan rakyat," tambah Muzakkir.

Hal senada dikatakan Ketua KPU Kota Balikpapan Prakoso Yudho Lelono, bahwa pemimpin berkualitas dihasilkan dari pelaksanaan pemilu yang juga berkualitas.

Terdapat empat indikator pemilu berkualitas yakni tingkat partisipasinya bagus, semua tahapan pemilu berjalan dengan lancar, minim pelanggaran, dan saat pencoblosan pada 27 November 2024 nanti berlangsung aman dan tertib.

Baca juga: Banyak Broker Berkeliaran, Otorita Tegaskan Kunjungan ke IKN Gratis

Yudho memproyeksikan tingkat partisipasi publik dalam Pilkada mendatang meningkat menjadi sekitar 70 persen atau lebih tinggi sepuluh persen dibanding capaian perhelatan lima tahun sebelumnya yakni 59,8 persen.

Proyeksi ini bukan tanpa alasan, karena ada beberapa faktor rasional yang memengaruhi. Di antaranya jumlah peserta kontestasi lebih banyak, tiga pasangan calon yakni Rahmad Mas'ud-Bagus Susetyo, Muhammad Sya'bani-Syukri Wahid, dan Rendi Susiwo Ismail-Eddy Darmansyah.

Kemudian, saat ini sudah lepas dari masa-masa krisis kesehatan atau Covid-19 yang pada lima tahun lalu menjadi penghambat warga menggunakan hak pilihnya secara optimal.

Selanjutnya adalah gencarnya sosialisasi yang dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat dan didukung KPU melalui program-program guna mendukung lebih banyak lagi partisipasi masyarakat.

"Dengan dasar itu maka kami harap Pilkada berjalan dengan aman, lancar, dan tertib, sehingga dapat meningkatkan jumlah partispasi masyarakat dibanding lima tahun lalu," imbuh Yudho.

Menurutnya, adalah tanggung jawab semua menciptakan pemilu berkualitas. Untuk itu, KPU mengapresiasi inisiasi yang dilakukan Pemkot Balikpapan dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar silaturahmi bersama seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: IKN Magnet Baru di Kaltim, Dorong Investasi Tembus Rp 14,8 Triliun

Yudho berharap, sisa waktu 30 hari menuju pencoblosan berjalan dengan kondusif. Termasuk masa kampanye dengan sisa 26 hari lagi tetap terjaga stabilitas keamanan dan politik Balikpapan.

"Sehingga masa tenang pada 24-26 November akan dapat dimanfaatkan KPU untuk mendistribusikan logistik ke seluruh TPS agar tepat jumlah, tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat guna," ucap Yudho. 

Damai dan harmonis

Dalam kesempatan yang sama, Muzakkir pun menekankan, pertemuan silaturahmi dengan seluruh tokoh dan elemen masyarakat Balikpapan merupakan agenda strategis untuk menjaga persatuan dan keharmonisan.

Melalui pendekatan yang inklusif, dapat diredam segala potensi perbedaan pandangan, menyikapi perbedaan pilihan politik secara bijaksana, dan mengedepankan kepentingan bersama.

Baca juga: Kunjungan ke IKN Meningkat, Tour Guide Terlatih Dibutuhkan

Muzakkir pun mengajak semua pihak untuk menggalang komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat agar setiap isu yang berkembang dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.

"Kemudian memperkuat sikap toleransi dan kebersamaan, menjadikan perbedaan sebagai kekayaan sosial yang menguatkan identitas kota balikpapan sebagai kota yang damai dan harmonis," tuturnya.

Tak lupa pula meningkatkan pengawasan dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam kondusivitas, dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.

"Berikutnya, mendorong setiap elemen masyarakat untuk turut serta aktif dalam mengawasi tahapan pilkada secara damai dan tertib, tanpa provokasi maupun hal-hal yang dapat memicu konflik," tuntas Muzakkir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau