Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Wisata IKN, Balikpapan Kecipratan Berkah, Usaha Lokal Bergeliat

Kompas.com, 14 April 2025, 21:15 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Balikpapan, terutama di sektor pariwisata.

Balikpapan sebagai kota penyangga turut merasakan limpahan berkah dari kedatangan 64.000 wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke IKN selama libur Lebaran.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma mengungkapkan apresiasi terhadap pengembangan IKN karena menjadi daya tarik utama wisatawan.

Baca juga: Kalahkan “Wisata Jokowi”, IKN Dikunjungi 64.000 Turis dalam 10 Hari

Dari hasil evaluasi dan testimoni, banyak di antara puluhan ribu wisawatan ini menginap di Balikpapan dan melanjutkan perjalanan (trip) ke IKN.

Selain itu, mereka juga menyempatkan diri untuk menikmati berbagai daya tarik wisata yang ada di Kota Balikpapan.

"Mereka berasal dari Pulau Jawa, di antaranya Surabaya, kemudian dari Kalimantan Selatan, bahkan ada dari Bali. Mereka menginap di Balikpapan," ujar Ratih kepada Kompas.com, Senin (14/4/2025).

Fenomena ini memberikan dampak positif yang nyata bagi berbagai sektor di Balikpapan. Sektor perhotelan merasakan peningkatan length of stay (lama tinggal) wisatawan.

Sektor kuliner dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga turut merasakan peningkatan omzet seiring dengan bertambahnya kunjungan wisatawan. Tak ketinggalan, sektor transportasi juga mengalami lonjakan permintaan.

Baca juga: Mengenal Arsari Group: Konglomerasi di Balik Investasi Strategis IKN

Pemerintah Kota Balikpapan juga aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pelaku industri perhotelan dan agen perjalanan, untuk memaksimalkan potensi dampak positif ini.

Kerjasama dengan Jaringan Masyarakat Pariwisata (JMP) dan rencana pertemuan dengan rombongan wisatawan Taiwan menjadi bukti keseriusan Pemkot dalam menggarap potensi wisatawan IKN.

Wisata Bahari

Adapun untuk potensi wisata bahari dari Teluk Balikpapan menuju Jembatan Pulau Balang IKN juga menjadi perhatian.

Sebelumnya, sudah ada dua operator wisata bahari yang beroperasi menggunakan perahu pinisi.

Namun, karena adanya kendala kerjasama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), operasional wisata bahari ini sementara masih menunggu kelanjutan.

Baca juga: Kapan Prabowo Meresmikan Istana Garuda IKN?

Meskipun demikian, operator yang masih beroperasi mencatat tingkat keterisian yang tinggi, menunjukkan minat wisatawan terhadap jalur laut menuju IKN.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau