Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gubernur Kaltim: Jembatan Pulau Balang Seperti Golden Gate San Fransisco

Kompas.com, 28 Mei 2025, 07:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyamakan Jembatan Pulau Balang, akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat.

Perumpamaan ini dia sampaikan saat membakar semangat pengusaha lokal untuk menyerbu peluang usaha di IKN.

Dalam pernyataannya di Samarinda, Selasa (27/5/2025), ia menegaskan bahwa IKN bukan hanya proyek megah pemerintah, tapi juga ladang cuan untuk mengerek ekonomi Kaltim.

Dari infrastruktur jalan tol hingga Jembatan Pulau Balang, peluang emas menanti.

Baca juga: Konsorsium Korea Pimpinan Raksasa Samsung Guyur IKN Rp 6,3 Triliun

Menurut Rudy, Kaltim merupakan etalase Indonesia, lokasi dimana IKN berada.

Karena itu, inilah kesempatan para pengusaha untuk mengambil kesempatan dan menangkap peluang di IKN.

"Perkembangan IKN, yang jadi perhatian Pemerintah Pusat, otomatis mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kaltim," ujarnya.

Ia mengajak pengusaha lokal menyusun strategi jitu untuk membidik sektor usaha potensial, seperti logistik, konstruksi, pariwisata, kuliner, hingga jasa pendukung pemerintahan.

“Peluang usaha di IKN itu wajib ditangkap,” tegas Rudy.

Baca juga: Ini Konsorsium Pimpinan Amerika, Bangun Rusun Rp 6 Triliun di IKN

Dia mengungkapkan, Presiden RI Prabowo Subianto telah menetapkan target paling lambat 2028, pusat pemerintahan akan bergeser ke IKN.

Ini sinyal kuat bagi pengusaha untuk bergerak cepat, meraih untung sekaligus berkontribusi pada visi kota dunia yang modern dan berkelanjutan.

Mirip Golden Gate 

Rudy punya saran unik untuk para pengusaha agar menginap semalam guna mengetahui keindahan IKN.

Langkah ini memungkinkan pelaku usaha melihat langsung potensi bisnis, dari keindahan lanskap hijau hingga fasilitas modern.

Ia juga merekomendasikan perjalanan via Jembatan Pulau Balang, yang kini terkoneksi apik.

Baca juga: Tunggu Jadwal Prabowo, Istana Garuda dan Kantor Kemenko di IKN Siap Diresmikan

“Jadi, kalau kita melintasi Jembatan Pulau Balang menuju jantung IKN, kira-kira seperti Golden Gate di San Francisco,” tambahnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau