Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hutama Karya Buka-bukaan, Ada Tiga Kendala Terbesar Proyek IKN

Kompas.com, 21 Juni 2025, 09:33 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi salah satu proyek ambisius Indonesia untuk mewujudkan visi kota dunia yang berkelanjutan.

PT Hutama Karya (Persero), sebagai salah satu BUMN dalam pembangunan infrastruktur, memainkan peran kunci dalam proyek ini.

Namun, seperti halnya pembangunan kota baru berskala besar, sejumlah tantangan muncul, mulai dari curah hujan tinggi hingga kondisi geoteknik yang kompleks.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, mengungkapkan strategi percepatan yang diterapkan untuk memastikan proyek selesai tepat waktu sesuai jadwal kontrak 2025.

Baca juga: Pembangunan IKN Masuki Fase Kedua, Tender Diumumkan Akhir Juni 2025

"Pembangunan IKN menghadapi tiga tantangan utama yakni curah hujan tinggi, kondisi geoteknik yang beragam, dan penyesuaian anggaran," ujar Adjib kepada Kompas.com, Sabtu (21/6/2025). 

Lokasi IKN di Kalimantan Timur memang memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi ini memengaruhi proses konstruksi, seperti pengaspalan jalan dan pekerjaan struktural, yang membutuhkan cuaca kering untuk hasil optimal.

Curah hujan yang ekstrem juga dapat menyebabkan penundaan jadwal dan meningkatkan risiko kerusakan material di lapangan. 

Sementara, kondisi geoteknik di IKN bervariasi, mulai dari tanah lunak hingga tanah rawa, yang menyulitkan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, gedung, dan bendungan.

Tantangan ini mirip dengan pengalaman Hutama Karya dalam proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), di mana anomali tanah dan kontur ekstrem juga menjadi hambatan. 

Baca juga: Jajaki Kolaborasi Kota Cerdas IKN, Otorita Berburu Ilmu di Rusia

Adapun ketersediaan anggaran menjadi faktor krusial dalam proyek berskala besar seperti IKN.

Penyesuaian anggaran sering kali diperlukan untuk mengakomodasi biaya tak terduga, seperti pembebasan lahan atau peningkatan harga material.

Hal ini menuntut manajemen keuangan yang cermat agar proyek tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas.

Strategi Percepatan

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Hutama Karya menerapkan sejumlah strategi percepatan yang inovatif dan berbasis teknologi, seperti yang dijelaskan oleh Adjib Al Hakim. 

Hutama Karya menggunakan Building Information Modeling (BIM) untuk mengintegrasikan desain dan perencanaan proyek, memastikan efisiensi dan akurasi. S

Baca juga: Punya PLTS 50 MW, Langkah Strategis IKN Menuju Kota Rendah Emisi

Selain itu, teknologi mmGPS diterapkan untuk memastikan presisi dalam pekerjaan pengaspalan, terutama pada proyek Jalan Tol IKN Segmen 3A Karangjoang-KKT Kariangau yang sudah tuntas 100 persen.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau