Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kunci Sukses IKN Jadi Kota Hutan Ada Pada Strategi Ini

Kompas.com, 20 Agustus 2025, 10:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ambisi Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menjadi kota hutan yang berkelanjutan menghadapi tantangan besar, salah satunya adalah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, kini terungkap strategi utama yang menjadi kunci keberhasilan yaitu kolaborasi erat antara Otorita IKN dan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Dishut Kaltim, Rusmadi, menjelaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Otorita IKN.

Baca juga: Hidden Gem Kalbar Jadi Kunci Pembangunan IKN, Pemasok Aluminium Terbesar

"Kami mempersiapkan tenaga teknis untuk melatih mereka, sehingga ke depan mereka bisa melakukan upaya konservasi secara mandiri," ungkapnya dikutip dari Antara, Rabu (20/8/2025).

Pendampingan ini mencakup sosialisasi, pembekalan, dan pelatihan lapangan, yang sangat penting mengingat banyak personel di IKN yang masih baru dan belum memiliki pemahaman mendalam tentang tantangan perlindungan hutan.

Perpaduan Teknologi dan Keterlibatan Masyarakat

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah mitigasi karhutla. Dishut Kaltim, melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Telake, telah membangun sistem deteksi dini yang terintegrasi.

Baca juga: IKN di Balik Anjloknya Anggaran, Semangat Basuki, dan Nafas Panjang Pembangunan

Sistem ini menggabungkan dua elemen krusial yakni Pemantauan Satelit dengan mengandalkan data hotspot dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperbarui secara real-time.

Kemudian Validasi Lapangan (Ground Check). Terkait hal ini, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) KPHP Telake, Shahar Al-Haqq, menekankan bahwa tidak semua titik panas berarti kebakaran.

"Seringkali, anomali panas berasal dari sumber lain seperti bara batu bara. Oleh karena itu, tim di lapangan akan melakukan pengecekan langsung untuk memvalidasi data satelit sebelum mengambil tindakan," tutur Shahar.

Baca juga: Melenceng dari Target Awal, Masjid Negara IKN Siap Digunakan Salat Idul Fitri 2026

Selain itu, pencegahan di tingkat akar rumput diperkuat oleh peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP).

Mereka adalah garda terdepan yang sering kali sudah memblokir api sebelum meluas. Tim gabungan akan turun tangan hanya jika skala kebakaran sudah besar.

Dengan perpaduan antara teknologi canggih, patroli darat, menara pantau api, dan partisipasi aktif masyarakat, IKN tidak hanya membangun sebuah kota, tetapi juga menciptakan ekosistem perlindungan hutan yang kokoh dan berkelanjutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau