Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 September 2025, 22:56 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin gencar, kini menyasar sektor hunian bagi para pejabat negara.

Otorita IKN mengumumkan akan segera membangun perumahan untuk anggota legislatif (DPR RI) dan yudikatif (Mahkamah Agung RI) pada tahun 2026, dengan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp 4,42 triliun.

Proyek ini menjadi bagian dari total anggaran tambahan sebesar Rp 14,92 triliun yang diajukan Otorita IKN untuk mengakselerasi pembangunan di ibu kota baru.

Baca juga: APBN Rp 4,73 Triliun Dikucurkan untuk Bangun Kantor DPR dan MA di IKN

Menurut Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto, pembangunan hunian ini akan dimulai pada 2026 dengan skema kontrak tahun jamak (multi-years contract).

"Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan hunian dalam bentuk rumah tapak dan rumah susun, yang diperuntukkan bagi anggota DPR, MA, serta TNI/Polri," ujar Bimo.

Selain hunian, Otorita IKN juga telah memulai pembangunan gedung kantor kedua lembaga tersebut.

Pembangunan gedung legislatif dan yudikatif, yang dimulai sejak 2025, menelan anggaran sebesar Rp 4,73 triliun.

Baca juga: Pintu Gerbang IKN Dapat Sinyal Hijau Bangun Proyek Jumbo

Anggaran tambahan lainnya juga dialokasikan untuk infrastruktur pendukung, seperti aksesibilitas dan utilitas di kawasan legislatif dan yudikatif, senilai Rp 5,17 triliun, serta penataan kawasan pusat pemerintahan sebesar Rp 600 miliar.

Kebutuhan Anggaran yang Terus Meningkat

Bimo menjelaskan bahwa permohonan anggaran tambahan ini disebabkan oleh kesenjangan antara kebutuhan pembangunan di IKN dengan alokasi yang tersedia.

Kebutuhan proyek yang sudah ditender mencapai Rp 20 triliun, sementara alokasi anggaran Otorita IKN untuk tahun 2025 hanya Rp 6,2 triliun, ditambah Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 3,6 triliun.

Baca juga: 14 Gedung Pemerintah di IKN Kantongi Sertifikat Bangunan Hijau

Untuk mengatasi selisih sebesar Rp 14,92 triliun tersebut, Otorita IKN telah secara resmi mengajukan permohonan tambahan kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas.

Langkah-langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa fasilitas pendukung dan hunian bagi para pemangku kebijakan tersedia sejalan dengan selesainya pembangunan gedung-gedung pemerintahan.

Dengan demikian, proses perpindahan ibu kota dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau