Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Memasuki Januari 2026, Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak lagi sekadar menjadi situs konstruksi, melainkan telah bertransformasi menjadi kanvas peradaban modern Indonesia.
Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025, tahun ini menandai dimulainya Tahap II Pembangunan, di mana fokus bergeser dari infrastruktur dasar menuju penguatan fungsi kota sebagai "Ibu Kota Politik" dan pusat inovasi digital.
Baca juga: Canggih, TPST 1 IKN Dilengkapi Teknologi Waste to Energy
Tahun 2026 menjadi titik awal pembangunan kompleks kekuasaan negara di luar eksekutif.
Pembangunan ini mencakup 28 paket kerja sama dengan rincian 15 paket fisik dan 13 paket non-fisik.
Otorita IKN menargetkan penempatan ribuan ASN tambahan pada tahun 2026. Untuk mendukung hal tersebut, proyek hunian vertikal menjadi prioritas.
Baca juga: Ada di IKN, Basilika Pertama Indonesia Tembus Progres 89,30 Persen
Hunian Vertikal TNI/Polri saat ini terlah mencapai progres 93,53 persen, dengan target penyelesaian 100 persen pada pertengahan tahun ini.
Rumah Susun ASN Tahap 2 sebanyak 15 paket fisik baru mulai dikerjakan untuk menampung lonjakan populasi yang diprediksi mencapai 1.200 hingga 3.000 jiwa penambahan baru tahun 2026.
IKN memposisikan diri sebagai wajah inklusivitas Indonesia. Dua proyek monumental yang menjadi sorotan adalah:
Masjid Negara dengan progres 90,91 persen. Masjid ini ditargetkan rampung total pada awal 2026. Memiliki kapasitas ribuan jemaah dengan desain kubah ikonik.
Baca juga: Point of No Return IKN, Memahat Peradaban di Tanah Kalimantan
Basilika Fransiskus Xaverius Nusantara yang merupakan pertama di Indonesia telah mencapai progres 89,30 persen.
Berdasarkan target terbaru, Basilika akan selesai pada Februari 2026 dan direncanakan diresmikan secara kolektif Bergama rumah ibadah lainnya pada pertengahan tahun.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2026 adalah tahun "aktivasi kota". Layanan dasar telah mencapai angka sempurna untuk mendukung kehidupan urban.
Di antaranya adalah:
Konektivitas regional tahun ini ditargetkan menembus angka 95 persen. Saat ini baru encapai 79,92 persen.
Baca juga: Ke IKN, Gibran Naik B737-900 TNI AU, Mendarat Mulus di Bandara Nusantara
Proyek yang dikebut antara lain Bandara Internasional Nusantara melalui optimalisasi rute penerbangan komersial setelah sukses melayani pendaratan pesawat kepresidenan dan Wapres (B737-900) pada akhir 2025.