Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ke IKN, Gibran Naik B737-900 TNI AU, Mendarat Mulus di Bandara Nusantara

Kompas.com, 31 Desember 2025, 05:30 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Suasana di Bandara Internasional Nusantara pada Selasa (30/12/2025) siang, mendadak khidmat, sekaligus melegakan.

Jarum jam menunjukkan pukul 12.49 WITA, saat sebuah pesawat berkelir abu-abu milik TNI Angkatan Udara jenis Boeing 737-900 menyentuh aspal runway dengan sempurna atau smooth landing.

Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, mengonfirmasi keberhasilan pendaratan dengan penumpang Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka beserta istrinya, tersebut.

Baca juga: Wapres Gibran Pastikan IKN 2028 Jadi Simbol Transformasi Peradaban RI

"Mendarat 12.49 local time. Alhamdulillah safe and smooth landing. Pesawat TNI AU jenis B737-900. Tidak ada pengawalan F16 atau pesawat lain," ungkapnya kepada Kompas.com.

Penerbangan tanpa pengawalan jet tempur ini seolah mengirimkan pesan ketenangan dan kepercayaan diri pemerintah atas keamanan di wilayah ibu kota baru.

Hari Pertama Kunjungan

Kunjungan perdana Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau titik-titik strategis di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Fokus utama kunjungan lapangan ini adalah fasilitas peribadatan yang merepresentasikan kemajemukan Indonesia yakni Masjid Negara, dan Basilika Santo FRansiskus Xaverius.

Baca juga: IKN 2028: Laboratorium Masa Depan dan Cetak Biru Reindustrialisasi RI

Wapres menerima paparan mendalam bahwa pembangunan Masjid Negara hampir rampung sepenuhnya.

Dengan struktur megah terdiri dari 4 lantai utama dan 2 lantai mezzanine, masjid ini dirancang bukan hanya sebagai tempat salat, tapi juga pusat peradaban dengan adanya ruang sidang ma'rifat.

Progres Masjid Negara saat ini sudah mencapai 98,40 persen dengan kapasitas 60.000 jemaah.

Fasilitasnya dilengkapi dengan ruang imam, ruang wudu modern, dan kubah utama yang ikonik.

Baca juga: Rekor 37.000 Pengunjung Padati IKN, Bukti Publik Antusias

Sementara itu, Basilika Santo Fransiskus Xaverius Nusantara menunjukkan perkembangan fisik sebesar 97,5 persen.

Inilah sejarah baru bagi dunia religi tanah air. IKN akan memiliki Basilika pertama di Indonesia. Gereja ini ditargetkan rampung pada Februari 2026 dengan kapasitas 1.600 umat.

Peresmiannya direncanakan dilakukan serentak dengan Masjid Negara dan rumah ibadah lainnya pada pertengahan 2026 sebagai simbol moderasi beragama.

Suasana hangat tercipta di sela-sela peninjauan. Gibran tak segan menghentikan langkahnya untuk menyapa langsung para pekerja konstruksi yang sedang melakukan pekerjaan finishing di area masjid dan gereja.

Baca juga: Rekor 37.000 Pengunjung Padati IKN, Bukti Publik Antusias

Sapaan ramah ini disambut riuh antusiasme para pekerja. Banyak dari mereka yang mengabadikan momen langka ini dengan berswafoto bersama Gibran, menciptakan memori di tengah peluh pembangunan nasional.

Komitmen Prabowo-Gibran dan Perpres 79/2025

Kunjungan ini merupakan langkah taktis untuk memastikan pembangunan IKN berjalan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025.

Baca juga: IKN Jadi Primadona Wisata Nataru, Qubika Hotel Raup Okupansi 70 Persen

Gibran menegaskan, pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen baja untuk melanjutkan estafet pembangunan ini.

Menurutnya, IKN harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar Kalimantan Timur. Selain itu, IKN dirancang untuk menjadi pusat inovasi yang menarik minat anak muda terbaik Indonesia untuk berkontribusi secara profesional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau