Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Menghadapi fenomena El Nino yang memicu kenaikan suhu dan kekeringan pada musim kemarau 2026 di Pulau Kalimantan, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengintensifkan berbagai upaya kesiapsiagaan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini diambil guna memastikan keamanan lingkungan di kawasan delineasi IKN dan wilayah penyangganya.
Langkah mitigasi ini menyusul dinamika cuaca yang memicu munculnya titik panas di sejumlah area Kalimantan, termasuk di Kutai Kartanegara (Kukar), dan koridor Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam).
Pada 16–18 Agustus 2026, titik api sempat terdeteksi di sekitar vegetasi kering sisi tol, seperti di KM 31 dan KM 53–54.
Baca juga: Dua Titik Api di Tol Balikpapan-Samarinda Berhasil Dipadamkan, Ini Penyebabnya
Namun, berkat kesiapsiagaan Tim Rescue PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) bersama petugas gabungan, seluruh titik api tersebut berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga jarak pandang serta arus lalu lintas di tol strategis sepanjang 100 kilometer tersebut tetap berjalan normal.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menjelaskan, pihaknya telah menjalankan strategi pencegahan dan penanganan karhutla secara sistematis.
"Pemantauan hotspot kami lakukan secara real-time dan terus-menerus. Kami juga secara intensif berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemadam kebakaran daerah untuk penanganan cepat di lapangan," ujar Myrna kepada Kompas.com, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Juli Ini Hotspot Bertambah, Otorita IKN Gelar Simulasi Karhutla
Selain penanganan cepat di lapangan, Otorita IKN memperkuat tindakan preventif melalui sosialisasi dan peningkatan kewaspadaan bagi tiga sektor vital di wilayah delineasi IKN, yaitu pemerintah desa dan kelurahan, perusahaan yang beroperasi di kawasan, serta penyedia jasa konstruksi proyek pembangunan.
Edukasi ini diberikan agar pematangan dan pembukaan lahan dapat dikelola secara aman tanpa memicu risiko kebakaran.
Guna memperkuat benteng perlindungan kawasan IKN secara berkelanjutan, OIKN saat ini tengah menuntaskan konsolidasi pembentukan Satuan Reaksi Cepat (SRC) Multipihak.
Unit terintegrasi ini dirancang untuk menangani karhutla berbasis klaster kawasan, melengkapi pola penanganan per titik yang sudah berjalan.
Di samping itu, Otorita IKN bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bekerja sama dengan BMKG, TNI Angkatan Udara, dan BRIN.
Baca juga: Demi IKN, Kaltim Jadi Zona Merah Karhutla 2025
Pelaksanaan penyemaian awan buatan ini akan dioptimalkan begitu potensi dan ketersediaan awan konvektif di wilayah udara Kalimantan Timur terpenuhi.
Melalui sinergi antarlembaga dan penguatan kesiapsiagaan di lapangan, Otorita IKN terus memastikan seluruh aset negara, koridor konektivitas, serta kawasan inti IKN tetap terjaga dari ancaman karhutla selama masa kemarau.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT