Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pusat Komando Terpadu atau Integrated Command and Control Center (ICCC) Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi diluncurkan pada Rabu (20/11/2024).
ICCC ini merupakan perluasan dan penyempurnaan dari Command Center (CC) Tahap I yang bersifat sementara, dengan kemampuan terbatas.
Hal ini karena CC Tahap I berfungsi hanya untuk memantau progres dan situasi pembangunan IKN di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A.
Sementara, ICCC yang merupakan hibah senilai 7,6 juta dollar AS dari US Trade and Development Agency (USTDA), melibatkan tujuh perusahaan teknologi terkemuka dunia.
ICCC berfokus pada area kota IKN yang lebih luas dan sudah beroperasi secara efektif di area KIPP 1A, 1B dan 1C.
Baca juga: Pusat Komando Terpadu IKN Dukungan Amerika Serikat Resmi Meluncur
Tujuh perusahaan teknologi ini adalah Amazon Web Service, Autodesk, Cisco, Environmental Systems Research Institute (ESRI), IBM, Honeywell, serta Motorola.
Mereka dikoordinasikan oleh Meta Mind Global Corporation (MMGC) sebagai kontraktor utama pembangunan ICCC IKN.
Direktur Data dan Kecerdasan Buatan pada Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN (OIKN) Adhiguna Mahendra menjelaskan, dengan cakupan area yang lebih luas dan aspek monitoring project yang kian beragam, maka diperlukan juga teknologi command center yang dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut.
"Jadi, ICCC mengintegrasikan teknologi komunikasi, keamanan, dan komputasi awan (cloud computing) yang lebih baik dibanding tahap I," ucap Adhi secara eksklusif kepada Kompas.com, Selasa (26/11/2024).
Baca juga: Mengenal USTDA, Lembaga AS yang Bawa 7 Raksasa Teknologi Dunia ke IKN
Selain itu, ICCC juga menawarkan otomasi gedung dan sistem keamanan yang lebih baik, seperti akses kontrol, sistem alarm, dan integrasi dengan sistem manajemen bangunan.
Analitik berbasis data spasial dan digital twin menjadi salah satu fitur utama, dan memberikan visualisasi kota dalam format 2D dan 3D yang terhubung dengan data aktual (real-time).
Hal ini memungkinkan pengelolaan infrastruktur dan aset kota secara lebih efisien, termasuk dalam manajemen proyek dan pemantauan lingkungan.
Menurut Adhi, dengan sistem dispatch yang lebih baik, ICCC dapat mengintegrasikan berbagai alat komunikasi dan memastikan koordinasi cepat dalam situasi darurat.
Baca juga: Meta Mind Corporation, Kontraktor Utama Pusat Komando Terpadu IKN
Dengan demikian, kolaborasi antara staf di lapangan (on site) dan remote memungkinkan pengelolaan yang terpusat namun tetap fleksibel.
"Dengan fitur-fitur seperti analitik yang lebih komprehensif, digital twin, otomasi gedung, dan pengelolaan aset berbasis teknologi, ICCC ini diharapkan mampu mengelola IKN lebih komprehensif dan scalable dibandingkan dengan CC Tahap I," terang Adhi.