Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Intip Pasar Segar Sepaku IKN, Modern Bebas Kumuh dan Becek

Kompas.com, 3 April 2026, 23:01 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Citra pasar tradisional yang identik dengan becek, bau menyengat, dan lorong gelap perlahan runtuh di Sepaku, Kalimantan Timur.

Sejak 30 Maret 2026, Pasar Segar Sepaku mulai beroperasi dengan wajah yang benar-benar berbeda.

Bangunan modern dua lantai di atas lahan 5.880 meter persegi ini bukan sekadar tempat transaksi, melainkan standar baru infrastruktur kerakyatan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga: Tembus 352.000 Pengunjung dalam 12 Hari, IKN Jadi Magnet Wisata Baru

Transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa modernisasi IKN tidak hanya gedung milik pemerintah, tetapi juga menyentuh urat nadi ekonomi warga lokal.

Pasar ini membagi ekosistemnya ke dalam dua gedung utama dengan zonasi yang ketat. Sebanyak 135 pedagang telah menempati kios dan los yang terbagi atas area basah dan kering.

Sejak 30 Maret 2026, Pasar Segar Sepaku mulai beroperasi dengan wajah yang benar-benar berbeda.
OIKN Sejak 30 Maret 2026, Pasar Segar Sepaku mulai beroperasi dengan wajah yang benar-benar berbeda.
Kehadiran 11 unit foodcourt yang menyajikan kopi hingga kuliner tradisional menunjukkan upaya Otorita IKN menggeser fungsi pasar dari sekadar tempat belanja menjadi ruang sosial.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menjelaskan, penataan ini merupakan bagian dari beautifikasikawasan. Targetnya adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan estetis.

Baca juga: SMA Taruna Nusantara IKN Beroperasi Mulai Tahun Ajaran Baru 2026

Menurut Troy, bangunan modern pasar ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak, modern, dan berkelanjutan bagi pedagang dan masyarakat.

"Tujuannya menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus menjadikan kawasan lebih indah, tertata, dan nyaman untuk aktivitas ekonomi maupun sosial," tegas Troy.

Pasar ini membagi ekosistemnya ke dalam dua gedung utama dengan zonasi yang ketat. Sebanyak 135 pedagang telah menempati kios dan los yang terbagi atas area basah dan kering.
OIKN Pasar ini membagi ekosistemnya ke dalam dua gedung utama dengan zonasi yang ketat. Sebanyak 135 pedagang telah menempati kios dan los yang terbagi atas area basah dan kering.
Tantangan Keramaian

Salah satu titik krusial dalam pemindahan pedagang ke fasilitas baru adalah potensi konflik kepentingan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola menerapkan sistem undian dalam pembagian lapak.

Baca juga: Sudah 2.000 ASN Tinggal dan Bekerja di IKN

Plt. Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, memastikan proses tersebut dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pemerintah daerah.

Namun, bangunan megah dan sistem yang adil barulah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menarik minat pengunjung.

Toilet bersih di Pasar Segar Sepaku IKNOIKN Toilet bersih di Pasar Segar Sepaku IKN
Arif, seorang penyedia jasa servis telepon seluler di pasar tersebut, mengakui bahwa meski fasilitas kebersihan sangat memuaskan, tingkat kunjungan masyarakat masih perlu dipacu.

"Kebersihan bagus, yang bersihkan tiap hari ada. Tidak ada kendala. Semoga semakin banyak pengunjung ke Pasar Segar Sepaku," ungkap Arif.

Baca juga: Proyek Gedung Yudikatif dan Legislatif di IKN Masuk Land Clearing

Senada dengan itu, Cakra Nagara mendorong agar seluruh pedagang segera aktif menempati kios mereka untuk menyambut gelombang kehadiran masyarakat dan wisatawan yang terus meningkat di kawasan IKN.

Meski fasilitas kebersihan sangat memuaskan, tingkat kunjungan masyarakat masih perlu dipacu.OIKN Meski fasilitas kebersihan sangat memuaskan, tingkat kunjungan masyarakat masih perlu dipacu.
Dari Merchandise IKN hingga Jajanan Tradisional

Keunikan Pasar Segar Sepaku terletak pada diversitas dagangannya. Selain kebutuhan pokok seperti daging dan sayur, pasar ini menyediakan komoditas yang spesifik menyasar pendatang dan wisatawan, seperti gerai merchandise IKN dan kerajinan lokal.

Baca juga: Basuki Beberkan Program Prioritas IKN Tahun Ini, ASN Pindah Bertahap

Ilmi Nafia, pedagang oleh-oleh khas IKN, menilai suasana pasar yang rapi menjadi modal kuat untuk menarik wisatawan.

"Kebersihan bersih banget di sini. Pengunjung IKN bisa mampir ke sini sambil cari oleh-oleh," ujarnya optimistis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau