Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Citra pasar tradisional yang identik dengan becek, bau menyengat, dan lorong gelap perlahan runtuh di Sepaku, Kalimantan Timur.
Sejak 30 Maret 2026, Pasar Segar Sepaku mulai beroperasi dengan wajah yang benar-benar berbeda.
Bangunan modern dua lantai di atas lahan 5.880 meter persegi ini bukan sekadar tempat transaksi, melainkan standar baru infrastruktur kerakyatan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca juga: Tembus 352.000 Pengunjung dalam 12 Hari, IKN Jadi Magnet Wisata Baru
Transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa modernisasi IKN tidak hanya gedung milik pemerintah, tetapi juga menyentuh urat nadi ekonomi warga lokal.
Pasar ini membagi ekosistemnya ke dalam dua gedung utama dengan zonasi yang ketat. Sebanyak 135 pedagang telah menempati kios dan los yang terbagi atas area basah dan kering.
Sejak 30 Maret 2026, Pasar Segar Sepaku mulai beroperasi dengan wajah yang benar-benar berbeda.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menjelaskan, penataan ini merupakan bagian dari beautifikasikawasan. Targetnya adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan estetis.
Baca juga: SMA Taruna Nusantara IKN Beroperasi Mulai Tahun Ajaran Baru 2026
Menurut Troy, bangunan modern pasar ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak, modern, dan berkelanjutan bagi pedagang dan masyarakat.
"Tujuannya menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus menjadikan kawasan lebih indah, tertata, dan nyaman untuk aktivitas ekonomi maupun sosial," tegas Troy.
Pasar ini membagi ekosistemnya ke dalam dua gedung utama dengan zonasi yang ketat. Sebanyak 135 pedagang telah menempati kios dan los yang terbagi atas area basah dan kering.
Salah satu titik krusial dalam pemindahan pedagang ke fasilitas baru adalah potensi konflik kepentingan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola menerapkan sistem undian dalam pembagian lapak.
Baca juga: Sudah 2.000 ASN Tinggal dan Bekerja di IKN
Plt. Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, memastikan proses tersebut dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pemerintah daerah.
Namun, bangunan megah dan sistem yang adil barulah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menarik minat pengunjung.
Toilet bersih di Pasar Segar Sepaku IKN"Kebersihan bagus, yang bersihkan tiap hari ada. Tidak ada kendala. Semoga semakin banyak pengunjung ke Pasar Segar Sepaku," ungkap Arif.
Baca juga: Proyek Gedung Yudikatif dan Legislatif di IKN Masuk Land Clearing
Senada dengan itu, Cakra Nagara mendorong agar seluruh pedagang segera aktif menempati kios mereka untuk menyambut gelombang kehadiran masyarakat dan wisatawan yang terus meningkat di kawasan IKN.
Meski fasilitas kebersihan sangat memuaskan, tingkat kunjungan masyarakat masih perlu dipacu.Keunikan Pasar Segar Sepaku terletak pada diversitas dagangannya. Selain kebutuhan pokok seperti daging dan sayur, pasar ini menyediakan komoditas yang spesifik menyasar pendatang dan wisatawan, seperti gerai merchandise IKN dan kerajinan lokal.
Baca juga: Basuki Beberkan Program Prioritas IKN Tahun Ini, ASN Pindah Bertahap
Ilmi Nafia, pedagang oleh-oleh khas IKN, menilai suasana pasar yang rapi menjadi modal kuat untuk menarik wisatawan.
"Kebersihan bersih banget di sini. Pengunjung IKN bisa mampir ke sini sambil cari oleh-oleh," ujarnya optimistis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang