Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istana Garuda dan Sumbu Penting IKN dalam Perspektif Feng Shui

Kompas.com, 20 Agustus 2024, 11:39 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Istana Garuda dan Istana Negara dengan sumbu-sumbu penting di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dianggap sejumlah kalangan tidak simetris secara visual, menjadi kontroversi yang terus bergulir diperbincangkan.

Beragam argumentasi dikemukakan masyarakat sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. 

Namun dari sekian banyak pandangan, perspektif feng shui tentang Istana Garuda, Istana Negara, dan sumbu-sumbu penting lainnya di IKN tak banyak yang mengulas.

Baca juga: Memahami Polemik Istana Garuda di IKN, Sebuah Karya Ilegal? (I)

Kompas.com secara eksklusif mendapatkan point of view dari Dosen Matakuliah Fengshui dan Arsitektur Universitas Tarumanagara Sidhi Wiguna Teh terkait elemen-elemen penting dan monumental dari pembangunan IKN tersebut.

Key Performance Indicator (KIP) Ibu Kota Nusantara (IKN)BAPPENAS Key Performance Indicator (KIP) Ibu Kota Nusantara (IKN)
Sidhi yang memiliki rekam jejak sebagai murid Grand Master Yap Cheng Hai, pernah melakukan studi bagaimana feng shui diterapkan pada Putrajaya, ibu kota baru Malaysia.

Untuk diketahui, Putrajaya mendapat supervisi dari Grand Master Yap atas perintah Mahathir Mohamad.

Baca juga: Jokowi Bilang Akan Terus Kawal IKN Meskipun Sudah Tak Jadi Presiden

Oleh karena itu, ketika Sidhi dan tim mengikuti sayembara Masterplan atau Gagasan Desain IKN pada tahun 2019 dengan nomor peserta 0654D, mengusulkan penerapan feng shui dalam penataannya terutama perletakan istana dan sumbu-sumbu penting IKN.

Menurut Sidhi, rencana pembangunan IKN menarik untuk diikuti dan tentu akan lebih baik lagi apabila dapat turut berpartisipasi.

Konstelasi Ibu Kota Nusantara (IKN)BAPPENAS Konstelasi Ibu Kota Nusantara (IKN)
Cakupan area seluas 256.142 hektar untuk Kawasan Strategis Nasional yang terbagi menjadi Kawasan Pengembangan IKN seluas 199.962 hektar, Kawasan IKN seluas 56.180 hektar dan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seluas 6.596 hektar dalam pembangunannya menerapkan delapan prinsip.

Baca juga: Anggaran Pembebasan 2.086 Hektar Lahan IKN Disebut Aman

Kedelapan prinsip tersebut adalah didesain sesuai kondisi alam, mengakomodasi prinsip Bhinneka Tunggal Ika,  terhubung, aktif dan mudah diakses, rendah emisi karbon, sirkuler dan tangguh, aman dan terjangkau, nyaman dan efisiensi melalui teknologi, serta membawa peluang ekonomi untuk semua.

"Ini merupakan acuan baru dalam penataan sebuah kota," ujar Sidhi, Selasa (20/8/2024).

Kawasan IKN yang mencakup area di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mendapat bentuk topografi berbukit.

Konsep Feng ShuiSIDHI Konsep Feng Shui
Mulai dari bukit dengan ketinggian sekitar 300-an meter di atas permukaan laut (mdpl)  hingga ke Teluk Balikpapan dengan 0 mdpl.

Kondisi ini sangat ideal menurut kaidah feng shui karena memenuhi kriteria bersandar gunung, memandang laut.

Komposisi kontur yang terbentuk baik pada sisi kiri maupun sisi kanan dari sumbu Barat Laut dan Tenggara ini memenuhi kaidah naga hijau dan macan putih yang bagus serta memberi efek positif bagi pertumbuhan ekonomi negara dan kharisma Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di mata dunia.

Baca juga: Satgas Percepatan Investasi IKN Dibentuk, Kementerian ATR/BPN Siapkan Ini

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau