Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istana Garuda dan Sumbu Penting IKN dalam Perspektif Feng Shui

Kompas.com, 20 Agustus 2024, 11:39 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Istana Garuda dan Istana Negara yang menuai kontroversi, berada di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Keduanya bisa diletakkan sedemikian rupa agar apabila ditarik sumbu mengarah ke tengah mulut Teluk Balikpapan, mendapatkan sumbu Barat Laut-Tenggara.

Elevasi di Barat Laut didukung bukit yang relatif cukup tinggi sekitar 300-an meter di atas permukaan laut (mdpl) menghadap laut di Teluk Balikpapan.

Posisi ini memberikan efek bagus untuk mendapat dukungan dari sandaran bukit yang ada, sekaligus memberikan efek positif untuk peningkatan kualitas hidup manusia.

"Selain itu, juga berdampak positif pada pembangunan perekonomi negara karena menghadap laut yang menurut kaidah feng shui, laut atau air merupakan elemen kekayaan," urai Sidhi.

Baca juga: Investor IKN Urus HGB 11 Hari Langsung Jadi, Kok Bisa?

Sementara mengenai isu terkait perancang atau arsitek Istana Garuda dan Istana Negara, Sidhi  berpendapat perlu disikapi dengan bijak.

Faktanya ada banyak tokoh terkenal yang menjadi panutan para arsitek saat ini, tidak memiliki latar belakang pendidikan arsitektur.

Sebut saja Frank Llyod Wright yang hanya satu tahun kuliah di jurusan teknik sipil di Universitas of Wisconsin kemudian drop out.

Warga berjalan dan berfoto di Taman Kusuma Bangsa, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (18/8/2024). Taman Kusuma Bangsa menjadi lokasi wisata bagi masyarakat sekitar setelah diresmikan pada Senin (12/8/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja Warga berjalan dan berfoto di Taman Kusuma Bangsa, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (18/8/2024). Taman Kusuma Bangsa menjadi lokasi wisata bagi masyarakat sekitar setelah diresmikan pada Senin (12/8/2024).
Selain itu, ada juga Le Corbusier yang hanya magang di beberapa biro arsitek maupun Tadao Ando yang tidak mampu karena kekurangan biaya untuk kuliah, mampu memenangkan penghargaan arsitektur Pritzker.

Di sisi lain, banyak arsitek yang menggeluti bidang lain seperti menjadi pemilik hotel, pertambangan atau restoran, tidak ada satupun tokoh dari kalangan kulinari atau hospitaliti yang protes.

"Saya kira kita harus fair dan menerima dengan lapang dada dan justru menjadi ruang introspeksi bagi arsitek ketika ada seorang maestro patung Nyoman Nuarta yang terpilih menjadi perancang Istana Garuda dan Istana Negara IKN," tegas Sidhi.

Baca juga: Cerita dari HUT RI di IKN, Trem Otonom Terpadu Diserbu Warga

Adapun mengenai bentuk istana yang menjadi perbincangan, dia mengatakan, sangat subyektif dan tergantung dari cara bagaimana melihat dan menilai sebuah karya.

Menurutnya, akan selalu ada pro dan kontra sebagaimana teori yin and yang, hitam-putih, siang-malam, atau langit-bumi.

"Sebagai warganegara, saya selalu optimistis dan mendoakan yang terbaik untuk NKRI dengan Ibu kota baru dan pemerintahan dalam menuju Indonesia Emas 2045," tuntas Sidhi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau