Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istana Garuda Bakal Diresmikan Prabowo, Seperti Apa Interiornya?

Kompas.com, 16 Oktober 2024, 05:50 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal diresmikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto yang akan memimpin Indonesia 2024-2029.

Kepastian ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Istana Negara pada Jumat (11/10/2024).

Baca juga: Jalan Tol IKN Punya Jembatan Satwa, Ini Kabar Terbaru Proyeknya

"Maka pada hari ini saya akan meresmikan Istana Negara terlebih dahulu, dan nanti untuk Istana Garuda akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.

Jokowi mengungkapkan, alasan belum diresmikannya Istana Garuda karena masih ada pekerjaan finishing. Selesainya dimungkinkan memakan waktu sampai satu bulan ke depan.

Sayap kanan Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Sayap kanan Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Sebetulnya, bangunan berbentuk burung garuda karya perupa Nyoman Nuarta ini telah berdiri kokoh dan megah.

Bahkan, Istana Garuda telah digunakan oleh Jokowi untuk menggelar sidang dan rapat kabinet paripurna perdana dan terakhir, pada Agustus dan September 2024.

Baca juga: ASN yang Pindah Ke IKN Bisa Cek Apartemen dan Kantor Lewat Apps Ini

Sementara untuk Istana Negara memang secara fisik pembangunannya sudah tuntas dan fungsional saat perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2024.

Kedua istana tersebut merupakan bagian dari pembangunan Kawasan Istana Presiden yang termasuk dalam ekosistem pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Sayap kiri Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Sayap kiri Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN)
Plt Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN (OIKN) Danis Hidayat Sumadilaga menuturkan, kawasan Istana Presiden terdiri dari istana negara, kantor presiden, masjid pendukung, paviliun presiden (kediaman resmi), wisma negara, dan gedung edukasi (museum).

Kemudian kantor staf khusus presiden, kantor sekretariat presiden dan kantor sekretariat negara, mess paspampres, lapangan upacara dan penataan Lanskap KIPP.

Baca juga: Lahan Bermasalah 2.086 Hektar IKN dalam Proses Penilaian KJPP

Atap Istana Garuda dihiasi bilah Kepala Garuda dengan panjang empat hingga 16 meter yang terbuat dari baja tahan korosi ini menutup atap struktur Kantor Presiden yang telah dibangun dengan akselerasi tinggi.

Bilah selubung ini berjumlah total 4.661 unit yang terbagi atas 16 segmen yang dikerjakan selama 15 bulan.

Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) terlihat dari Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) terlihat dari Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN)
Bilah selubung terdiri dari sayap kiri (timur), dan sayap kanan (barat), serta dipasang pada perimeter luar gedung, untuk kemudian dilakukan pengelasan pada pelat embeded yang menempel pada balok perimeter.

Tak hanya kepak sayap Burung Garuda yang membentang 230 meter yang menarik perhatian, juga arsitektural dan interior yang dirancang dengan mengadopsi langgam Nusantara.

Berikut penataan interior Istana Garuda yang sebelumnya dinamai Istana Presiden IKN:

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau