Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramaikan IKN, Hotel Qubika dan Resto Kampung Kecil Segera Diresmikan

Kompas.com, 26 Februari 2025, 18:11 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Sejumlah fasilitas sektor pariwisata dan kuliner di Ibu Kota Nusantara (IKN) siap diresmikan.

Hal ini sekaligus membuktikan, minat investasi di IKN terus berkembang dan kepercayaan investor semakin menguat.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono mengatakan, dua fasilitas yang akan diresmikan tersebut adalah Hotel Qubika dan Restoran Kampung Kecil.

Sementara di bidang transportasi akan ada 15 halte bus listrik yang dibangun Bluebird. Dua di antaranya sudah beroperasi

"Sebelumnya yang telah melayani publik adalah Hotel Swissotel Nusantara, Rumah Sakit Mayapada, Rumah Sakit Hermina, PLTS IKN berkapasitas 50 MW dan baterai 14.2 MWh oleh PT Nusantara Sembcorp Solar Energi," tutur Agung, Senin (24/2/2025).

Baca juga: Otorita Bantah Minat Investasi di IKN Turun, Ini Penjelasannya

Hotel Qubika merupakan satu dari sekian proyek yang tergabung dalam BSH Community Hub IKN seluas 1,7 hektar.

Groundbreaking proyek milik PT Indonesia Kubika Nasional ini dilakukan pada Kamis (21/12/2023) dengan nilai investasi sebesar Rp 100 miliar.

Hotel Qubika akan dilengkapi gedung pertemuan senilai Rp 30 miliar, yang masuk dalam pengembangan tahap pertama.

Sementara Restoran Kampung Kecil merupakan bagian dari pusat kuliner yang dibangun dengan konsep urban forest.

Pusat kuliner ini dibangun oleh PT Karya BSH Mandiri yang menginvestasikan dana sebesar Rp 10 miliar.

Baca juga: Komitmen Investasi Swasta di IKN Meningkat, Otorita Tawarkan ADP

Dikutip dari laman Karya BSH Mandiri, BSH Community Hub akan menjadi sebuah kawasan atraksi sosial yang menggabungkan pusat kuliner atau F&B, coworking space, dan hospitality.

Adapun tahap dua pengembangan BSH Community Hub mencakup apartemen dengan nilai investasi Rp 200 miliar serta food court dengan nilai investasi Rp 30 miliar.

Seleksi Investor

Pada kesempatan yang sama, Agung membantah bahwa peminatan investasi di IKN terus menurun.

Menurutnya, Otorita IKN menerapkan seleksi yang lebih profesional untuk memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar siap dan dapat diwujudkan di lapangan.

Proses evaluasi yang ketat melalui platform Investara memastikan hanya investor dengan determinasi tinggi yang lolos.

Baca juga: Lima Investor Baru Resmi Masuk IKN, Bawa Investasi Rp 1,2 Triliun

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau