Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Otorita Bantah Minat Investasi di IKN Turun, Ini Penjelasannya

Kompas.com, 26 Februari 2025, 12:55 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membantah minat investasi tidak mengalami penurunan, melainkan peningkatan dengan proses seleksi yang lebih ketat.

Deputi Bidang Pendaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menuturkan, hingga saat ini IKN terus menunjukkan daya tariknya sebagai pusat investasi baru di Indonesia.

Berbagai Letter of Intent (LoI) atau surat minat investasi dari investor domestik dan internasional terus mengalir, menandakan kepercayaan yang kuat terhadap potensi IKN.

Tercatat, Otorita IKN telah menerima 536 LoI dari berbagai badan usaha. Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 persen merupakan investor yang berminat membangun infrastruktur, sementara sisanya adalah pemasok, vendor, konsultan, dan pihak lain.

Baca juga: Komitmen Investasi Swasta di IKN Meningkat, Otorita Tawarkan ADP

Agung memerinci, 140 investor yang berminat membangun infrastruktur telah melengkapi data yang dibutuhkan dan sedang dalam proses investasi melalui platform Investara.

Sementara, 190 investor lainnya masih dalam tahap verifikasi dan melengkapi persyaratan.

"Otorita IKN menerapkan proses evaluasi yang ketat untuk memastikan bahwa setiap investasi yang masuk memiliki kesiapan finansial dan operasional," ucap Agung, Senin (24/5/2025).

Menurut Agung, seleksi yang lebih profesional ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas investasi di IKN.

Selain itu juga untuk memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar siap dan dapat diwujudkan di lapangan.

Otorita IKN berkomitmen memastikan bahwa seluruh investasi yang masuk benar-benar terealisasi demi kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan pembangunan IKN.

Baca juga: Lima Investor Baru Resmi Masuk IKN, Bawa Investasi Rp 1,2 Triliun

Proses seleksi yang ketat bukanlah tanda penurunan minat, melainkan bagian dari tata kelola investasi yang profesional dan akuntabel.

Dengan langkah ini, IKN tidak hanya menarik minat investor, tetapi juga menjadi model pembangunan kota modern yang terencana, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Proyek Investasi yang Telah Berjalan dan Akan Beroperasi

Adapun proyek-proyek investasi yang telah berjalan meliputi:

  • Hotel Swissotel Nusantara
  • Rumah Sakit Mayapada
  • Rumah Sakit Hermina
  • PLTS IKN berkapasitas 50 MW dan baterai 14,2 MWh
  • Training Center PSSI

Proyek investasi lain yang akan segera beroperasi meliputi:

  • Hotel Qubika
  • Restoran Kampung Kecil
  • Bluebird telah membangun dua halte dari rencana 15 halte untuk mendukung layanan bus listrik ramah lingkungan
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau