Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membantah minat investasi tidak mengalami penurunan, melainkan peningkatan dengan proses seleksi yang lebih ketat.
Deputi Bidang Pendaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menuturkan, hingga saat ini IKN terus menunjukkan daya tariknya sebagai pusat investasi baru di Indonesia.
Berbagai Letter of Intent (LoI) atau surat minat investasi dari investor domestik dan internasional terus mengalir, menandakan kepercayaan yang kuat terhadap potensi IKN.
Tercatat, Otorita IKN telah menerima 536 LoI dari berbagai badan usaha. Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 persen merupakan investor yang berminat membangun infrastruktur, sementara sisanya adalah pemasok, vendor, konsultan, dan pihak lain.
Baca juga: Komitmen Investasi Swasta di IKN Meningkat, Otorita Tawarkan ADP
Agung memerinci, 140 investor yang berminat membangun infrastruktur telah melengkapi data yang dibutuhkan dan sedang dalam proses investasi melalui platform Investara.
Sementara, 190 investor lainnya masih dalam tahap verifikasi dan melengkapi persyaratan.
"Otorita IKN menerapkan proses evaluasi yang ketat untuk memastikan bahwa setiap investasi yang masuk memiliki kesiapan finansial dan operasional," ucap Agung, Senin (24/5/2025).
Menurut Agung, seleksi yang lebih profesional ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas investasi di IKN.
Selain itu juga untuk memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar siap dan dapat diwujudkan di lapangan.
Otorita IKN berkomitmen memastikan bahwa seluruh investasi yang masuk benar-benar terealisasi demi kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan pembangunan IKN.
Baca juga: Lima Investor Baru Resmi Masuk IKN, Bawa Investasi Rp 1,2 Triliun
Proses seleksi yang ketat bukanlah tanda penurunan minat, melainkan bagian dari tata kelola investasi yang profesional dan akuntabel.
Dengan langkah ini, IKN tidak hanya menarik minat investor, tetapi juga menjadi model pembangunan kota modern yang terencana, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Proyek Investasi yang Telah Berjalan dan Akan Beroperasi
Adapun proyek-proyek investasi yang telah berjalan meliputi:
Proyek investasi lain yang akan segera beroperasi meliputi: