Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Kota Netral Karbon, IKN Berbasis Energi Baru Terbarukan

Kompas.com, 17 April 2025, 08:11 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya dirancang sebagai pusat pemerintahan baru yang megah, tetapi juga sebagai pionir kota netral karbon di Indonesia.

Dengan fokus utama pada energi bersih dan teknologi pintar, IKN diproyeksikan menjadi model kota masa depan ramah lingkungan, bahkan menargetkan status zero emission pada tahun 2040, dua dekade lebih cepat dari target nasional.

Salah satu pilar utama visi hijau IKN adalah pasokan listrik yang sepenuhnya bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Baca juga: Anggaran Final Jadi Rp 13,5 Triliun, Pembangunan IKN Dikebut

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun oleh PLN di atas lahan seluas 86 hektar menjadi andalan utama.

Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk meninggalkan ketergantungan pada energi fosil sejak awal pembangunan ibu kota baru.

Saat ini, IKN telah menerima pasokan awal sebesar 10 Megawatt (MW) listrik hijau melalui gardu induk berteknologi tinggi milik Hitachi Energy.

Gardu ini mengadopsi sistem Gas Insulated Switchgear (GIS) yang canggih dan terintegrasi penuh dengan sistem digital modern, memastikan efisiensi dan pengawasan yang optimal dalam pendistribusian energi.

Baca juga: Investor China-Malaysia Bertemu Basuki, Matangkan Proyek Hunian di IKN

Business Unit Manager Grid Integration, Hitachi Energy Indonesia, Andy Kostiono, menjelaskan bahwa sinkronisasi antara PLTS dan jaringan transmisi untuk tahap pertama IKN telah berhasil dilakukan pada Maret 2024.

"Ada 12 feeder utama yang digunakan untuk menyalurkan energi dari pembangkit menuju IKN dan sekitarnya," terang Andy dalam keterangannya kepada Kompas.com, Kamis (17/4/2025).

Gardu induk yang dibangun memiliki kapasitas 120 MVA, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan administratif IKN pada tahap awal pembangunannya.

Tak hanya di IKN, Hitachi Energy juga terlibat dalam implementasi solusi energi terbarukan di Indonesia, termasuk proyek serupa di wilayah kepulauan seperti Pulau Semau, Selayar, dan Nusa Penida.

Baca juga: Strategi Pertahanan IKN, Kodam Mulawarman Fokus Kemandirian Logistik

"Teknologi mutakhir, kehadiran regional yang kuat di Indonesia dan ASEAN, serta sinergi dalam grup bisnis Hitachi menjadikan kami berada dalam posisi yang unik untuk mendukung transisi energi Indonesia," ujar Country Managing Director Hitachi Energy Indonesia Predrag Grupkovic.

Hitachi Energy juga aktif menjalin kemitraan dengan PLN dan pemerintah Indonesia dalam mengembangkan jaringan energi masa depan, termasuk rencana ambisius untuk mengintegrasikan jaringan High Voltage Direct Current (HVDC) antar pulau besar di Indonesia.

Keputusan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur bukan hanya untuk mengatasi permasalahan urban di Jakarta, tetapi juga membuka peluang emas untuk membangun kota yang benar-benar ramah lingkungan dari nol.

IKN diharapkan menjadi kota pertama di Indonesia yang sepenuhnya mengandalkan energi hijau untuk operasional sehari-hari, transportasi publik, hingga kehidupan masyarakatnya.

Bahkan, uji coba sistem pengisian daya bus listrik saat ini sedang dalam tahap pembahasan sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi hijau di IKN.

Dengan dukungan teknologi canggih, pengalaman mumpuni, dan kemitraan yang solid, IKN menjelma menjadi titik awal bagi masa depan Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung transisi energi Indonesia dan menjadi bagian dari masa depan energi bersih di IKN," tegas Grupkovic.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau