Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Bisa Laporkan Karhutla IKN Lewat Panic Button Aplikasi IKNOW

Kompas.com, 11 Juli 2026, 10:50 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Masyarakat kini dapat melaporkan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui fitur panic button pada aplikasi IKNOW.

Fitur tersebut menjadi bagian dari sistem peringatan dini atau early warning system yang digunakan Otorita IKN dalam mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino 2026.

Pemanfaatan aplikasi IKNOW diperagakan dalam Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar Otorita IKN bersama berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, badan usaha, dan masyarakat di Helipad MBH, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/7/2026).

Dalam simulasi tersebut, salah satu skenario memperagakan penanganan laporan masyarakat yang diterima melalui aplikasi IKNOW.

Laporan Diterima Secara Real Time

Melalui fitur panic button, masyarakat dapat melaporkan indikasi kebakaran yang kemudian diterima secara real time oleh petugas di Nusantara Command Center.

Laporan tersebut menjadi bagian dari sistem peringatan dini sebelum petugas berkoordinasi dengan polisi kehutanan dan pemadam kebakaran untuk melakukan verifikasi serta penanganan di lokasi.

Selain mengandalkan sistem pelaporan digital, Otorita IKN juga memanfaatkan drone thermal untuk membantu mendeteksi titik api, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh petugas darat.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, perlindungan kawasan hutan merupakan bagian penting dari pembangunan Nusantara.

"Kita berada di kawasan khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Saya ingin mengingatkan bahwa kita harus menjaga alam agar alam juga menjaga kita. Prinsip itu harus menjadi pedoman kita dalam menjaga kawasan hutan di Nusantara," ujar Basuki, dikutip dari keterangan resmi.

Simulasi Antisipasi Dampak El Nino

Simulasi pemadaman karhutla digelar sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan sistem deteksi dini, koordinasi lintas sektor, dan respons penanganan di lapangan berjalan secara terpadu.

Dalam simulasi diperagakan dua skenario penanganan. Skenario pertama menggambarkan penanganan kebakaran di kawasan rimba kota KIPP IKN, sedangkan skenario kedua mensimulasikan penanganan laporan masyarakat melalui aplikasi IKNOW.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan satu tim siaga bencana dan terus memantau perkembangan titik panas bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan.

"Kami telah menyiapkan satu tim siaga bencana. Selain itu, kami terus memantau perkembangan titik panas bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan, serta menjaga koordinasi dengan Otorita IKN dalam upaya penanggulangannya," ujar Buyung.

Otorita IKN menyebutkan upaya mitigasi karhutla dilakukan melalui kolaborasi BPBD provinsi dan kabupaten, BMKG, Basarnas, TNI/Polri, Kementerian Kehutanan, badan usaha, hingga masyarakat.

Keterlibatan masyarakat juga diperkuat melalui Desa Tangguh Bencana dan Kelompok Masyarakat Peduli Api sebagai bagian dari pencegahan dan penanganan dini karhutla.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau