Penulis
“Kami selalu mengadaptasi teknologi terkini untuk pesawat angkut, tempur, dan sistem pertahanan, agar taruna siap menghadapi perkembangan global,” jelas Yoyon.
Baca juga: Jupiter Aerobatik Siapkan Atraksi Pesawat Udara pada Upacara Kemerdekaan di IKN
Bahkan, menurut Yoyon, AAU juga telah menunjukkan visi progresif dengan memperkenalkan program studi Pertahanan TNI AU, Siber, dan Ruang Angkasa atau Airspace yang terdiri dari konsentrasi Aerospace dan Cyberspace.
Langkah ini sejalan dengan perkembangan ancaman modern, seperti keamanan antariksa dan siber, serta yang relevan untuk perlindungan wilayah Indonesia dan IKN sebagai pusat pemerintahan.
“Insya Allah, ke depan kita akan memiliki astronot Indonesia. Taruna kami disiapkan untuk mengawaki aerospace dan cyberspace,” harap Yoyon.
Rencana strategis TNI AU menargetkan pembentukan satuan airspace pada 2030–2035, mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Jadi, lanjut Yoyon, program latihan ini juga menekankan pentingnya kualifikasi taruna sebagai calon perwira.
Setelah latihan, mereka dievaluasi untuk memastikan pemahaman navigasi udara, dengan pembinaan tambahan bagi yang membutuhkan.
“Praktik ini jelas memengaruhi kualifikasi mereka. Kami membekali mereka agar siap melaksanakan tugas penerbangan dengan profesional,” tambahnya.
Tingkat kelulusan taruna AAU yang mencapai 100 persen mencerminkan kualitas pendidikan yang ketat dan terarah.
Salah satu taruna, Adnin Majid Kusuma Pratama dari Bogor, berbagi pengalamannya dalam latihan ini.
Baca juga: Pengamanan Udara di IKN dan Sekitarnya Bakal Jadi Prioritas KSAU Baru
“Cita-cita saya sejak kecil adalah menjadi penerbang TNI AU, terinspirasi oleh orang tua yang juga dari TNI AU. Latihan di Balikpapan sangat berkesan, terutama belajar navigasi udara untuk memastikan rute penerbangan tepat,” ujarnya.
Pengalaman yang merupakan kunjungan pertamanya ke Balikpapan, memperkaya wawasannya tentang operasional TNI AU.
Selain dari Bogor, menurut Komandan Lanud Dhomber Kolonel Penerbang Fata Patria, tuan rumah juga memiliki beberapa taruna AAU.
“Ada taruna dari tingkat 2 dan 4 yang merupakan anak anggota TNI AU dari sini. Ini menjadi kebanggaan dan motivasi bagi mereka,” ungkap Fata.
Menurut Fata, latihan taruna di Lanud Dhomber memperkuat kesiapan pangkalan ini untuk mendukung pertahanan udara Indonesia dan terutama IKN, sekaligus memperkenalkan calon perwira pada dinamika operasional di wilayah strategis.
“Semoga Lanud Dhomber terus menjaga kontinuitas dalam mendukung IKN, dan taruna kami siap menjadi bagian dari masa depan TNI AU yang lebih gemilang,” cetus Fata.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.