Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Masa Depan Perisai Udara Indonesia Latihan Navigasi di Lanud Dhomber

Latihan navigasi udara ini menjadi bagian dari pembekalan keterampilan dasar penerbangan dan operasional pangkalan udara, sekaligus memperkuat fondasi pertahanan udara untuk melindungi kedaulatan langit Indonesia, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Komandan Wing Taruna Akademi Angkatan Udara (Danwingtar AAU) Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono menuturkan, latihan Cakra Wana Paksa dirancang untuk memperkenalkan taruna AAU pada keterampilan navigasi udara, yang merupakan elemen krusial bagi calon penerbang dan navigator TNI AU.

Dalam latihan ini, taruna mempelajari penggunaan alat navigasi seperti VHF Omnidirectional Range (VOR), Distance Measuring Equipment (DME), dan Automatic Direction Finder (ADF).

“Navigasi udara adalah dasar bagi taruna yang kelak mengawaki pesawat TNI AU. Mereka harus memahami cara bernavigasi untuk menjalankan tugas penerbangan dengan presisi,” ujar Yoyon menjawab Kompas.com, Jumat (25/4/2025).

Selain aspek teknis, latihan ini juga menanamkan mentalitas operasional dan pemahaman tentang kerja sama antarunit di pangkalan udara.

Di Lanud Dhomber, taruna diperkenalkan pada peran berbagai dinas, seperti Bimbingan dan Operasi (BISOP), Dinas Operasi, dan Dinas Logistik, yang mendukung misi TNI AU.

“Kami ingin taruna memahami bahwa setiap satuan, termasuk Lanud Dhomber, adalah bagian dari sistem pertahanan udara yang terpadu,” tambah Yoyon.

Lanud Dhomber sendiri memiliki makna strategis karena kedekatannya dengan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Sebagai pangkalan udara utama di Kalimantan Timur, Lanud Dhomber berperan penting dalam mendukung keamanan udara IKN, termasuk pengawasan wilayah dan operasi penerbangan terkait pembangunan ibu kota baru.

Kunjungan para taruna ke Lanud Dhomber bertujuan memperluas wawasan mereka tentang operasional pangkalan udara di wilayah strategis.

“Kunjungan ini penting untuk mengenalkan taruna pada peran Lanud Dhomber dalam mendukung IKN. Mereka adalah calon perwira yang akan memimpin TNI AU pada masa depan,” tegas Yoyon.

Latihan ini juga mempersiapkan taruna untuk ditempatkan di berbagai satuan TNI AU, termasuk pangkalan dan satuan radar, untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Taruna AAU: Fondasi Pertahanan Udara Modern

Latihan Cakra Wana Paksa melibatkan para taruna dari tiga program studi utama AAU: Teknik Aeronautika Pertahanan, Teknik Elektronika Pertahanan, dan Teknik Manajemen Industri Pertahanan.

Kurikulum AAU telah disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan udara modern, mengintegrasikan teknologi seperti radar, avionik, dan pesawat tempur terbaru.

“Kami selalu mengadaptasi teknologi terkini untuk pesawat angkut, tempur, dan sistem pertahanan, agar taruna siap menghadapi perkembangan global,” jelas Yoyon.

Bahkan, menurut Yoyon, AAU juga telah menunjukkan visi progresif dengan memperkenalkan program studi Pertahanan TNI AU, Siber, dan Ruang Angkasa atau Airspace yang terdiri dari konsentrasi Aerospace dan Cyberspace.

Langkah ini sejalan dengan perkembangan ancaman modern, seperti keamanan antariksa dan siber, serta yang relevan untuk perlindungan wilayah Indonesia dan IKN sebagai pusat pemerintahan.

“Insya Allah, ke depan kita akan memiliki astronot Indonesia. Taruna kami disiapkan untuk mengawaki aerospace dan cyberspace,” harap Yoyon.

Rencana strategis TNI AU menargetkan pembentukan satuan airspace pada 2030–2035, mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Jadi, lanjut Yoyon, program latihan ini juga menekankan pentingnya kualifikasi taruna sebagai calon perwira.

Setelah latihan, mereka dievaluasi untuk memastikan pemahaman navigasi udara, dengan pembinaan tambahan bagi yang membutuhkan.

“Praktik ini jelas memengaruhi kualifikasi mereka. Kami membekali mereka agar siap melaksanakan tugas penerbangan dengan profesional,” tambahnya.

Tingkat kelulusan taruna AAU yang mencapai 100 persen mencerminkan kualitas pendidikan yang ketat dan terarah.

Salah satu taruna, Adnin Majid Kusuma Pratama dari Bogor, berbagi pengalamannya dalam latihan ini.

“Cita-cita saya sejak kecil adalah menjadi penerbang TNI AU, terinspirasi oleh orang tua yang juga dari TNI AU. Latihan di Balikpapan sangat berkesan, terutama belajar navigasi udara untuk memastikan rute penerbangan tepat,” ujarnya.

Pengalaman yang merupakan kunjungan pertamanya ke Balikpapan, memperkaya wawasannya tentang operasional TNI AU.

Selain dari Bogor, menurut Komandan Lanud Dhomber Kolonel Penerbang Fata Patria, tuan rumah juga memiliki beberapa taruna AAU.

“Ada taruna dari tingkat 2 dan 4 yang merupakan anak anggota TNI AU dari sini. Ini menjadi kebanggaan dan motivasi bagi mereka,” ungkap Fata.

Menurut Fata, latihan taruna di Lanud Dhomber memperkuat kesiapan pangkalan ini untuk mendukung pertahanan udara Indonesia dan terutama IKN, sekaligus memperkenalkan calon perwira pada dinamika operasional di wilayah strategis.

“Semoga Lanud Dhomber terus menjaga kontinuitas dalam mendukung IKN, dan taruna kami siap menjadi bagian dari masa depan TNI AU yang lebih gemilang,” cetus Fata.

https://ikn.kompas.com/read/2025/04/25/160720987/masa-depan-perisai-udara-indonesia-latihan-navigasi-di-lanud-dhomber

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com