Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Senyap tapi Pasti, Satu Per Satu Proyek IKN Menuju Penyelesaian

Kompas.com, 30 Mei 2025, 06:26 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Publikasi pembangunan infrastruktur strategis di Ibu Kota Nusantara (IKN) tak segegap gempita tahun 2023-2024, tetapi satu per satu pengerjaan proyek itu menuju penyelesaian.

Di antaranya Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) 3 dan Bandara VVIP yang sudah tuntas 100 persen menunggu diresmikan.

Dalam kunjungan terbarunya pada 28 Mei 2025, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan sendiri bahwa pembangunan infrastruktur strategis di IKN berjalan sesuai rencana.

Baca juga: Penataan Sepaku Dimulai, Otorita IKN: Tak Satu Pun Warga Digusur

Dengan pesan tegas untuk menjaga kualitas dan ketepatan waktu, Gibran memastikan komitmen pemerintah untuk mewujudkan IKN sebagai ibu kota modern yang inklusif dan berkelanjutan.

Apa saja proyek strategis yang menjadi tulang punggung IKN?

1. Jalan Tol Segmen 5B (Progres 70 persen)

Jalan tol ini menjadi salah satu proyek kunci untuk mendukung konektivitas IKN. Dengan perkiraan selesai pada pertengahan 2026, tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Bandara Sepinggan ke kawasan inti IKN menjadi hanya 50 menit.

Baca juga: Gibran Inginkan Pohon Beringin Ada di Istana Wapres IKN

Mobilitas logistik dan publik pun akan semakin lancar, menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi di ibu kota baru.

2. Rumah Sakit Abdi Waluyo (Progres 75,6 persen)

Fasilitas kesehatan modern ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan warga IKN dan sekitarnya.

Dengan progres yang signifikan, rumah sakit ini akan menjadi salah satu pilar pelayanan kesehatan berkualitas di ibu kota baru.

3. Universitas Gunadarma Kampus Digital

Kampus ini menandakan komitmen IKN untuk menjadi pusat pendidikan dan inovasi. Meski progres pembangunannya belum dirinci secara spesifik, kehadiran institusi pendidikan seperti ini menunjukkan visi IKN sebagai kota masa depan yang berbasis pengetahuan.

4. Masjid Negara (Progres 60 persen)

Masjid Negara dirancang sebagai ikon kerukunan dan inklusivitas, mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

5. Gereja dan Basilika Nusantara (Progres 4,63 persen)

Sementara itu, Gereja Basilika Nusantara yang baru memulai pembangunan menunjukkan bahwa IKN akan menjadi tempat harmoni bagi semua agama.

Baca juga: Istana Wapres Dilapisi Kaca Anti Peluru, Gibran Berkantor di IKN 2026

Baik Masjid Negara maupun Basilika dan Gereja, memiliki nilai simbolis yang kuat, menarik perhatian publik karena pesan toleransinya.

6. Istana Wakil Presiden (Progres 42,67 persen)

Kompleks ini mencakup kantor, rumah dinas, pendopo, masjid, dan fasilitas pendukung lainnya. Kehadiran Gibran di lokasi ini menegaskan perhatiannya terhadap kesiapan fasilitas pemerintahan di IKN.

7. Rusun ASN 1 (Progres 97,09 persen)

Hunian untuk aparatur sipil negara (ASN) ini hampir selesai, bahkan menjadi tempat bermalam Gibran selama kunjungan.

Pesan Gibran

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa Gibran menekankan pentingnya menjaga kualitas dan menghindari keterlambatan dalam pembangunan.

“Menurut beliau, jangan sampai ada yang terlambat. Kemudian kualitas tetap dijaga,” ujar Basuki.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud juga menyampaikan apresiasi Gibran terhadap kemajuan IKN.

“Mantap sekali view-nya, indah sekali. Tidak ada catatan. Cukup, cukup, aman,” ujar Rudy, mengutip pernyataan Gibran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau