Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gibran Inginkan Pohon Beringin Ada di Istana Wapres IKN

Kompas.com, 29 Mei 2025, 15:44 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Dalam kunjungan kerjanya ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu 29 Mei 2025, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pesan khusus. Dia ingin pohon beringin ditanam di kawasan Istana Wapres.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan keinginan Gibran usai mendampinginya mengunjungi sejumlah proyek di IKN.

"Beliau juga meminta penanaman pohon beringin di kawasan Istana untuk mempercantik lanskap, menambah nilai estetika IKN sebagai ibu kota baru Indonesia," ujar Basuki.

Baca juga: Istana Wapres Dilapisi Kaca Anti Peluru, Gibran Berkantor di IKN 2026

Pernyataan ini bukan sekadar keinginan estetika, melainkan membawa makna simbolis yang kaya dan mendalam, yang berakar pada budaya, spiritualitas, dan nilai-nilai Indonesia.

Mengapa pohon beringin begitu istimewa, dan apa makna di balik keinginan Gibran ini? Mari kita telusuri lebih dalam.

Pohon beringin (ficus benjamina) bukanlah pohon biasa. Dalam budaya Indonesia, khususnya dalam tradisi Jawa dan Bali, pohon ini dianggap sakral dan memiliki makna filosofis yang kuat.

Beringin sering dikaitkan dengan kekuatan, ketahanan, dan perlindungan. Akar-akarnya yang kuat dan menjalar ke segala arah melambangkan hubungan yang erat antarmanusia, serta keterkaitan antara alam dan kehidupan spiritual.

Baca juga: Gubernur Kaltim: Jembatan Pulau Balang Seperti Golden Gate San Fransisco

Dalam konteks Pancasila, pohon beringin menjadi lambang sila ketiga, “Persatuan Indonesia.” Akar dan sulur yang menjalar menggambarkan keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah naungan negara Indonesia.

Seperti pohon beringin yang memberikan keteduhan bagi siapa saja di bawahnya, negara Indonesia diharapkan menjadi tempat perlindungan bagi seluruh rakyatnya, tanpa memandang perbedaan.

Keinginan Gibran untuk menanam pohon beringin di Istana Wapres IKN seolah menegaskan komitmennya terhadap nilai persatuan dan keberlanjutan budaya Indonesia di ibu kota baru ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau