Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gibran Berkantor di IKN Tahun 2026, Istana Wapres Tembus 43 Persen

Kompas.com, 28 Mei 2025, 22:24 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka direncanakan akan berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun 2026, seiring progres pembangunan Istana Wapres yang kini telah mencapai 43 persen.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mengungkapkan hal ini usai mendampingi kunjungan Gibran ke IKN, yang dilakukan setelah Wapres meninjau bencana di Bengkulu.

"Tahun depan inshAllah, tahun 2026," ucap Rudy.

Baca juga: Gubernur Kaltim: Jembatan Pulau Balang Seperti Golden Gate San Fransisco

Dalam kunjungan kerja yang dilaksanakan pada Rabu (28/5/2025) tersebut, Gibran meninjau sejumlah proyek, di antaranya Jalan Tol IKN Seksi 5B, RS Abdi Waluyo, Masjid Negara, Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) 3, Universitas Gunadarma, Bandara VVIP, RS Hermina, dan Istana Wapres.

Tampak dalam akun Instagram pribadinya, Gibran mengunggah video saat berkunjung ke proyek Istana Wapres dengan judul "Nanti Kita Cerita Tentang IKN Ini".

Menurut Kepala Otorita Basuki Hadimuljono, progres Istana Wapres mencapai 43 persen dengan struktur yang sudah rampung.

Sementara pekerjaan arsitektural, elemen dekoratif, dan pemasangan kaca anti peluru yang mencapai 22 persen.

Baca juga: Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur IKN Tuntas, Fondasi Megah Kota Dunia

Basuki menargetkan pembangunan tahap pertama, yang mencakup kantor wapres, kediaman wapres, kantor sekretariat wapres, dan serambi pasukan pengaman wapres, akan selesai pada Desember 2025.

"Itu semua sudah siap. Insya Allah akan selesai 2025," jelasnya.

Selain itu, pembangunan tempat peribadatan di IKN juga tengah dikebut, dengan target penyelesaian Tahap I pada tahun ini.

Pembangunan tempat peribadatan yang sedang dilaksanakan sekarang adalah Masjid Negara.

Selanjutnya akan dibangun juga Basilika dan Gereja Katolik.

Pesan Gibran

Basuki menuturkan, dalam kunjungan kerja kali ini, Wapres Gibran menyampaikan pesan agar pembangunan tepat waktu dan kualitas tetap terjaga.

"Jangan sampai ada yang terlambat, kemudian kualitas tetap dijaga," tuturnya.

Baca juga: Konsorsium Korea Pimpinan Raksasa Samsung Guyur IKN Rp 6,3 Triliun

Gibran juga menginginkan pohon beringin ditanam di kawasan Istana Wapres untuk memperindah lanskap.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau