Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menempatkan Kalimantan Timur (Kaltim) di peta investasi global.
Namun, Pemerintah Provinsi Kaltim menyadari bahwa daya tarik ini harus diimbangi dengan kesiapan proyek yang matang.
Baca juga: Kaltim Siapkan Tenaga Konstruksi IKN, 222 Peserta Disertifikasi
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, mengumumkan bahwa provinsi tersebut telah merampungkan penyusunan dokumen investasi sektor perkebunan (IPRO) yang mencakup komoditas krusial seperti kakao, karet, dan kelapa sawit.
“Dokumen saja tidak cukup untuk menarik investor. Promosi yang masif dan strategi hilirisasi industri adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta menarik modal asing,” tegas Rudy, dikutip dari Antara, Senin (17/11/2025).
Data realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa Kaltim telah menjadi destinasi investasi utama.
Baca juga: IKN Ibu Kota Politik 2028, Kualitas Layanan Pertanahan Harus Naik Kelas
Lima negara tercatat menyuntikkan modal terbesar, dengan dominasi dari kawasan Asia Tenggara dan Samudra Hindia:
Angka ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN telah memicu minat besar, dan modal asing kini memandang Kaltim sebagai pusat pertumbuhan baru di luar Jawa.
Untuk menyeimbangkan dominasi sektor tambang, Kaltim fokus mendorong investasi pada sektor perkebunan melalui hilirisasi.
Mahakam Ulu dijadikan sebagai pengembangan investasi kakao dan pertanian untuk meningkatkan nilai jual melalui pengembangan indikasi geografis di pasar nasional dan internasional.
Baca juga: Tambang Ilegal Guncang IKN, Pemodal Jadi Tersangka
Kutai Barat memiliki peluang investasi didorong pada hilirisasi karet menjadi produk bernilai lebih tinggi, seperti crumb rubber.
Kutai Timur didorong sebagai sentra investasi dalam pengolahan kelapa sawit menjadi produk kimia dan pangan, didukung oleh forum investasi aktif Pemkab Kutai Timur.
Selain IPRO, Kaltim juga telah menyiapkan tujuh kawasan industri strategis untuk menampung modal skala besar.
Baca juga: MK Pangkas Total Jangka Waktu Hak Atas Tanah IKN Jadi 95 Tahun
Visi transformasi ekonomi Kaltim diarahkan pada industri hijau dan blue economy, termasuk peluang investasi di bidang pengelolaan limbah, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan ekowisata.
Rudy menekankan bahwa investasi besar harus berdampak nyata: menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang