Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Terus Berlanjut, 22 Tower Rusun Dibangun dengan APBN Rp 382,5 Miliar

Kompas.com, 19 November 2025, 17:16 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan rumah susun (rusun) Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlanjut.

Hal ini ditandai dengan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk pembangunan rusun IKN sebesar Rp 382,5 miliar.

Anggaran ini merupakan bagian dari anggaran Kementerian PKP tahun 2026 yang naik 100 persen menjadi Rp 10,89 triliun.

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan, dana APBN tersebut akan digunakan untuk membangun 22 tower rusun yang mencakup 743 unit.

Selain untuk pembangunan IKN, anggaran sebesar itu juga dialokasikan untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, yang menempati porsi terbesar, yakni Rp 8,9 triliun 81,69 persen untuk 400.000 unit.

Baca juga: Hak Atas Tanah IKN Jadi 95 Tahun, Otorita Selaraskan Aturan Teknis

"Anggaran ini untuk bedah rumah di daerah termiskin, daerah terluar, dan daerah dengan kesenjangan rasio tinggi," tutur Ara, saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2025).

Dengan target 400.000 unit, program BSPS menjadi tulang punggung dan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kantor Kementerian Koordinator di Ibu Kota Nusantara (IKN)OIKN Kantor Kementerian Koordinator di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Rusun IKN dan Daerah Otonomi Baru

Meskipun program Bedah Rumah mendominasi, alokasi untuk pembangunan infrastruktur hunian di IKN tetap menjadi perhatian penting.

Anggaran untuk rusun IKN sebesar 3,5 persen dari total pagu APBN Kementerian PKP. Ke-22 menara rusun ini nutuk mengakomodasi Aparatur Sipil Negara (ASN), personil TNI/Polri, serta pekerja pendukung lainnya yang akan pindah ke ibu kota baru.

Baca juga: Ada IKN, Kaltim Jadi Rebutan Investor, Dokumen Investasi Dikebut

Anggaran ini memastikan percepatan kesiapan hunian seiring dengan pembangunan kantor dan sarana pemerintahan.

"Alokasi ini juga mencakup pembangunan rusun di Darah Otonomi Baru (DOB), menunjukkan upaya pemerintah untuk menyediakan hunian vertikal yang efisien di wilayah-wilayah administratif baru," imbui Ara.

Pendekatan holistik Kementerian PKP juga terlihat dari alokasi anggaran yang menyentuh berbagai aspek penunjang kualitas hidup dan lingkungan.

Berikut rinciannya:

  • Rumah Khusus: Rp 242,20 miliar untuk 607 unit yang ditujukan untuk korban bencana dan stok panel Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).
  • Bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU): Rp 29,08 miliar untuk 2.007 unit, yang ditujukan untuk membantu pengembangan infrastruktur penunjang di kawasan pesisir, perkotaan, dan perdesaan.
  • Penanganan Kawasan Kumuh & Sanitasi: Rp 155,85 miliar untuk 225 hektar (15 lokasi) yang diitujukan perbaikan kawasan kumuh.
  • Sanitasi: Rp 36 miliar untuk 3.000 unit rumah yang ditujukan meningkatkan kualitas sanitasi rumah tangga.

Baca juga: IKN Ibu Kota Politik 2028, Kualitas Layanan Pertanahan Harus Naik Kelas

Angka-angka ini menunjukkan bahwa Kementerian PKP menerapkan strategi bottom-up dengan fokus pada 400.000 unit bedah rumah, sekaligus menjaga momentum top-down dengan mendukung pembangunan strategis IKN dan DOB.

Terakhir, sebesar Rp 1,14 triliun dialokasikan untuk Dukungan Manajemen. Anggaran ini vital untuk memastikan efektivitas administrasi, pengawasan, dan distribusi seluruh program di lapangan, mengingat besarnya dana yang disalurkan, terutama untuk BSPS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau