Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Air Borneo Siap Buka Rute Penerbangan Langsung ke IKN

Kompas.com, 11 Desember 2025, 07:34 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Minat investasi dan kolaborasi internasional untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya datang dari Eropa atau Asia Timur, tetapi justru semakin menguat dari jantungnya Pulau Borneo sendiri.

Pada Rabu (10/12/2025), Kantor Otorita IKN menerima kunjungan strategis dari Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, yang membawa proposal ambisius: integrasi transportasi udara dan darat lintas tiga negara di Borneo.

Baca juga: IKN Bikin Royal Brunei Airlines Kembali Layani Penerbangan Balikpapan

Pertemuan ini menjadi penegasan bahwa IKN Nusantara dilihat oleh tetangga serumpun sebagai "masa depan" kawasan, sekaligus sebagai pusat pertumbuhan baru yang harus terhubung erat.

Air Borneo: Gerbang Udara Baru Menuju Nusantara

Kabar paling menarik datang dari sektor transportasi udara. Kerajaan Sarawak mengumumkan rencana peluncuran maskapai baru, Air Borneo, pada Januari mendatang.

Maskapai ini dipersiapkan untuk menghubungkan sejumlah kota di Pulau Borneo, dan yang paling strategis, akan membuka jalur penerbangan langsung menuju IKN.

Peningkatan konektivitas udara ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di seluruh pulau dan secara langsung mendukung visi Nusantara sebagai “Kota Dunia untuk Semua.”

Baca juga: Peluang Kian Terbuka, Investor Brunei Serbu IKN

Maskapai ini akan beroperasi seiring dengan Bandara Internasional Nusantara yang akan segera mengaktifkan statusnya sebagai bandara komersial.

Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, menegaskan betapa besarnya peluang kolaborasi,

"Kita dalam pulau yang sama di Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan IKN, ini adalah masa depan. Sesama di Borneo, kami bangga nantinya seluruh dunia akan datang ke IKN," tutur YB Dato Sri Lee Kim Shin.

Kereta Api Lintas Tiga Negara

Kolaborasi transportasi Sarawak-IKN tidak berhenti di udara. Menteri Lee Kim Shin mengungkapkan bahwa pihak Sarawak juga tengah mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara: Indonesia (IKN), Malaysia (Sarawak), dan Brunei Darussalam.

Wacana infrastruktur mega-project ini, jika terwujud, akan memiliki dampak geopolitik dan ekonomi yang luar biasa.

Baca juga: Strategi BI Kaltim Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Tekan Ketergantungan Batubara

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyambut positif rencana tersebut, menyoroti potensi pergerakan ekonomi Asia Tenggara.

“Tidak hanya udara, jika jalur kereta api lintas tiga negara terwujud, ini akan menggerakkan ekonomi Asia Tenggara dan memperlihatkan pada dunia kuatnya dinamika ekonomi kawasan,” ujar Bimo.

Konsep integrasi darat ini akan mengubah lanskap logistik dan mobilitas di Borneo, memposisikan IKN sebagai simpul utama (hub) dalam jaringan transportasi regional.

Kesehatan, Kebudayaan, dan Soft Power

Selain transportasi, kunjungan kenegaraan ini juga menjajaki potensi kerja sama di sektor lain, memperkuat akar budaya serumpun di Borneo:

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau