Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Royal Brunei Airlines (RB) kembali membuka rute penerbangan ke Balikpapan, menandai kembalinya konektivitas udara yang penting antara Brunei Darussalam dan Kalimantan Timur.
CEO Royal Brunei Airlines Chief Executive Officers (CEO) Royal Brunei Airlines Sabirin Hj Abd Hamid mengungkapkan beberapa faktor utama yang mendorong keputusan ini, termasuk potensi pasar yang besar pada era Ibu Kota Nusantara (IKN) dan peluang di pasar umroh.
Menurut Sabirin, pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke IKN menjadi daya tarik utama bagi Royal Brunei Airlines.
Baca juga: Balikpapan Kembali Terhubung dengan Brunei, Ekonomi Berpotensi Tumbuh
Perusahaan melihat potensi besar dalam peningkatan investasi dan bisnis antara Brunei Darussalam dan Kalimantan Timur.
"Sekarang dengan perpindahan potential move of the national capital city of Indonesia from Jakarta to Nusantara, kita nampak banyak potensinya untuk pembangunan, investment dan bisnis dari Brunei datang kemari," ujar Sabirin kepada Kompas.com, Jumat (21/2/2025).
Selain itu, para pelancong dari Balikpapan yang saat ini memiliki level kesejahteraan lebih baik bisa berwisata ke Brunei dan kawasan-kawasan lain di sekitarnya.
Selain potensi IKN, pasar umroh menjadi fokus utama Royal Brunei Airlines. Perusahaan melihat peluang untuk menghubungkan jemaah umroh dari Kalimantan dengan penerbangan langsung dari Brunei Darussalam ke Arab Saudi.
"Tapi yang ingin kami target juga adalah jemaah-jemaah umrah. Penerbangan dari balikpapan hari Sabtu, datang di Brunei dalam pukul 08.00, kemudian pukul 11.00 sudah bisa berangkat ke Jeddah. Jadi, stop dan transit di Brunei," jelas Sabirin.
Maskapai Royal Brunei Airlines rute Balikpapan-Brunei kembali mengoperasikan rute Balikpapan-Bandar Seri Begawan Brunei, Rabu (19/2/2025).Perusahaan optimis dapat mempertahankan momentum ini dan meningkatkan frekuensi penerbangan di masa depan.
"So far dari penerbangan yang pertama sudah full. Kita coba untuk mempertahankan momentum itu dan buat formasi di Balikpapan. Sehingga semua penerbangan terpenuhi. Alhamdulillah. So far it's good," tambah Sabirin.
Tak hanya itu, Royal Brunei Airlines juga berencana untuk memperluas konektivitas dari Balikpapan ke destinasi wisata domestik lainnya seperti Labuan Bajo, Lombok, dan Bali melalui kerja sama code share dengan Garuda Indonesia.
Baca juga: Efisiensi Anggaran, Studi Banding Desain Gedung Legislatif-Yudikatif IKN Dibatalkan
"Berkongsi dengan Garuda Indonesia masih dalam perundingan. Apablia itu selesai, insya Allah boleh dimajukan," jelas Sabirin.
Terkait kompetisi yang ketat, Royal Brunei Airlines menyadari adanya persaingan dari maskapai berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC).
Namun, perusahaan yakin dapat bersaing dengan menawarkan layanan penuh (full service) yang berkualitas.
"LCC now is doing well. But at the same time there's also market for full service and our price also quite competitive. So diharapkan walaupun banyak LCC, pasar full service tetap ada," tegas Sabirin.
Royal Brunei Airlines optimistis dengan prospek pasar di Balikpapan dan Kalimantan Timur, dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah ini.
"Dengan populasi di Balikpapan yang amat ramai dan maju, kita memutuskan untuk kembali ke sini dan mencoba untuk mencapai pasar pembangunan ini," pungkas Sabirin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang