NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan gedung-gedung di Ibu Kota Nusantara (IKN) memanfaatkan beton readymix bersertifikat hijau yang diproduksi dari Batching Plant (BP) PT Waskita Beton Precast Tbk atau WSBP Sepaku.
Material ini digunakan dalam berbagai proyek strategis sebagai bagian dari penerapan konstruksi berkelanjutan di kawasan ibu kota baru tersebut.
Sertifikasi yang didapatkan berupa Green Label Indonesia (GLI) Level Gold dengan skor 92 dari Green Product Council Indonesia untuk fasilitas Batching Plant WSBP Sepaku.
Sertifikasi ini menjadikan fasilitas tersebut sebagai batching plant kedua milik perusahaan yang meraih pengakuan serupa setelah sebelumnya diraih oleh Batching Plant WSBP Pegangsaan.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa transformasi menuju konstruksi yang lebih ramah lingkungan bukan hanya sebuah inisiatif, tetapi telah menjadi bagian dari standar operasional kami,” ujar Vice President of Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto dalam siaran pers, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Basuki Tegaskan Proyek Legislatif-Yudikatif IKN Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Sertifikasi Green Label diberikan melalui penilaian berbagai aspek keberlanjutan, meliputi efisiensi energi, pengurangan emisi dan polusi, manajemen limbah, efisiensi air, penggunaan material ramah lingkungan, serta inovasi proses produksi.
Di BP WSBP Sepaku, penerapan tersebut dilakukan melalui efisiensi energi dengan mengurangi penggunaan genset dan idle time, penggunaan dust collector untuk pengendalian debu, pemanfaatan kembali air produksi, serta pengelolaan limbah B3 sesuai standar.
Selain itu, penggunaan material seperti fly ash dan inovasi admixture polimer larut air membantu mengurangi penggunaan semen serta emisi karbon dioksida (CO?).
Proses produksi juga didukung oleh command batch system berakurasi tinggi guna memastikan efisiensi dan konsistensi.
BP WSBP Sepaku memasok beton untuk sejumlah proyek di IKN, antara lain Gereja Basilika, KLHK Tahap 3, IPAL 1, 2, dan 3, Rusun MBR, serta kawasan perkantoran seperti DPD, MA, MPR, DPR I, dan DPR II.
Seluruh proyek tersebut menggunakan beton readymix WSBP yang telah tersertifikasi Green Label Indonesia.
Dari sisi kinerja lingkungan, fasilitas ini mencatat emisi CO? lebih rendah dibandingkan rata-rata industri dengan penurunan hingga 58 persen.
Baca juga: Kunjungi IKN, PPB Tertarik Berkolaborasi
Dengan kapasitas produksi mencapai 57.702 meter kubik per tahun, penggunaan beton berlabel green product tersebut berkontribusi dalam pengurangan emisi hingga 3.116 ton CO? per tahun.
“Dengan penerapan standar Beton Readymix bersertifikasi Green Label ini, kami ingin memastikan bahwa setiap produk yang kami hasilkan tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan dampak lingkungan dan pencapaian target keberlanjutan proyek,” tambah Fandy.
Perolehan sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya WSBP dalam meningkatkan standar produksi dan memperluas implementasi inovasi ramah lingkungan di berbagai fasilitasnya, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang