JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 13 sumur minyak dan gas (migas) baru, ditemukan di dekat Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanegara mengatakan, temuan itu menambah daftar sumur migas di Kutai Kartanegara yang sebelumnya telah dieksplorasi dengan jumlah sebanyak 79 sumur.
"Transmigrasi Alhamdulillah Insya Allah akan ikut menyumbang dalam swasembada energi untuk memenuhi kebutuhan minyak," kata Politisi Partai Demokrat itu dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (04/05/2026).
Baca juga: Transmigran Terdampak Pengeboran 13 Sumur Migas Dekat IKN Dapat Kompensasi
Iftitah mengatakan, badan usaha yang akan melakukan eksplorasi sumur, dalam hal ini adalah PT Pertamina (Persero), akan membangun infrastruktur dasar di kawasan transmigrasi Samboja.
"Tadi kami juga sudah sepakat bahwa nanti akan ada pembangunan infrastruktur dasar di sana. Jadi kami tidak harus mengeluarkan dana untuk infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, dan lain-lain karena akan ditopang oleh industri," lanjutnya.
Ia berharap, adanya potensi ekonomi baru itu bisa turut membantu warga transmigran untuk mendapatkan pekerjaan.
Untuk itu, Kementerian Transmigrasi bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan (HPL) transmigrasi untuk penerbitan Hak Pakai eksplorasi sumur migas di sana.
Baca juga: 13 Sumur Migas di Dekat IKN Berpotensi Hasilkan Rp 2,5 Triliun
Iftitah juga menegaskan akan memberikan kompensasi yang sepadan bagi warga transmigran apabila lahannya terimbas eksplorasi sumur migas tersebut.
"Apakah itu berada di lahan masyarakat yang sudah dimanfaatkan atau misalkan lahan kosong sisa HPL yang masih berada dalam penguasaan kami," jelas Iftitah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan bahwa ada potensi produksi minyak sebanyak 1 juta barel dan potensi produksi gas sebanyak 11,64 miliar kaki kubik dari 13 sumur baru itu.
"Nah, apakah ini termasuk sumur masyarakat? Ini tidak termasuk sumur masyarakat, ini sumur baru yang akan dibor oleh Pertamina PHSS (PT Pertamina Hulu Sanga Sanga)," kata Djoko.
Selain itu, SKK Migas juga masih mengidentifikasi apakah terdapat sumur tua untuk masyarakat yang nantinya bisa dimanfaatkan.
Baca juga: 13 Sumur Migas Baru Ditemukan di Kawasan Transmigrasi Dekat IKN
Ia menargetkan, eksplorasi 13 sumur migas baru itu akan mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2026 mendatang.
"Jalan-jalannya pun kami cari untuk menuju lokasi yang juga nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengangkut hasil tanamnya, sawahnya, dan sebagainya," lanjut dia.
Sementara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan mengeksplorasi sumur migas tersebut adalah PT Pertamina (Persero).
"Potensi cadangannya setara Rp 1,1 triliun untuk minyak dan sekitar Rp 1,5 triliun untuk gasnya. Jadi secara total akan menghasilkan revenue sekitar Rp 2,5 triliun," ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Sunaryanto.
Baca juga: Ekonomi Kaltim Bakal Tumbuh hingga 5,3 Persen, Dipicu IKN dan Migas
Rencananya, pengeboran dilakukan mulai tahun 2026 hingga tahun 2032.
Namun berdasarkan diskusi dengan pemerintah, diharapkan penyelesaian pengeboran sumur bisa dilakukan dengan lebih cepat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang