Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) kini berdiri sebagai antitesis terhadap ketimpangan, sekaligus menjadi laboratorium hidup bagi transformasi peradaban Indonesia menuju 2045.
Optimisme terhadap keberlanjutan proyek ini menguat seiring dengan akselerasi pembangunan infrastruktur fisik.
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Mohammad Jafar Hafsah, saat meninjau Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada Sabtu (2/4/2026), mengungkapkan impresinya terhadap kecepatan pengerjaan di lapangan.
"Kemajuan pembangunan IKN ini sungguh memikat nalar. Kami semakin yakin bahwa dalam tempo singkat, denyut nadi pemerintahan akan berpindah secara resmi ke sini," ujar Jafar.
Baca juga: Goresan Malam Sang Penyintas Kanker, Menduniakan Batik Kalimantan
Keyakinan tersebut bukan tanpa landasan. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa fase pembangunan telah melampaui sekadar penyediaan kantor eksekutif.
Fokus kini bergeser pada penguatan pilar demokrasi lainnya: yudikatif dan legislatif.
Menurut Basuki, seluruh perencanaan telah mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto.
"Target kami, pada akhir 2027, kompleks Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, serta gedung DPR dan DPD telah berdiri tegak dan siap beroperasi," tegas Basuki.
Penegasan ini sekaligus menepis keraguan publik mengenai keberlangsungan proyek transisi ibu kota di bawah kepemimpinan nasional yang baru.
Jika infrastruktur fisik adalah raga, maka pendidikan adalah jiwa dari IKN. Otorita IKN secara eksplisit menempatkan sektor pendidikan sebagai instrumen utama dalam memutus rantai kemiskinan struktural.
Targetnya menghapus kemiskinan di kawasan ini pada tahun 2035 melalui rekayasa sumber daya manusia (SDM).
Baca juga: Otorita IKN Reklamasi Tahura Soeharto dan Ancam Pidanakan Perambah
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, dalam simposium *IKN Youth Forum, Jumat (1/5/2026), memaparkan bahwa peta jalan pendidikan di Nusantara dirancang sebagai infrastruktur sosial primer.
"Kami tidak membangun sekolah sekadar sebagai ruang kelas, melainkan sebagai ekosistem pertumbuhan karakter. IKN adalah kota dunia yang inklusif, dan itu hanya bisa dicapai jika manusianya memiliki kompetensi global namun tetap berpijak pada nilai intrinsik bangsa," papar Troy.
Pendidikan di Nusantara mengadopsi struktur yang adaptif terhadap psikologi perkembangan PAUD dengan menitikberatkan pada regulasi diri dan nalar elementer.
Kemudian Pendidikan Dasar yang fokus pada eksplorasi lingkungan serta penguatan literasi dan numerasi yang mumpuni.
Baca juga: Kapan Bandara Internasional Nusantara IKN Resmi Dibuka untuk Umum?