Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

13 Sumur Migas di Dekat IKN Berpotensi Hasilkan Rp 2,5 Triliun

Kompas.com, 4 Mei 2026, 19:00 WIB
Add on Google
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah 13 sumur minyak dan gas (migas) baru di kawasan transmigrasi Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berpotensi meraup revenue hingga Rp 2,5 triliun.

Temuan itu menambah daftar sumur migas di Kutai Kartanegara yang sebelumnya telah masuk dalam rencana dieksplorasi dengan jumlah sebanyak 79 sumur.

Baca juga: Ada Emas Hitam di Lahan Transmigrasi: 79 Sumur Minyak Siap Jadi Hub Energi IKN

"Potensi cadangannya setara Rp 1,1 triliun untuk minyak dan sekitar Rp 1,5 triliun untuk gasnya. Jadi secara total akan menghasilkan revenue sekitar Rp 2,5 triliun," ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Sunaryanto di Jakarta Selatan, Senin (04/04/2026).

Rencananya, pengeboran dilakukan mulai tahun 2026 hingga tahun 2032.

Namun berdasarkan diskusi dengan pemerintah, diharapkan penyelesaian pengeboran sumur bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Potensi 1 Juta Barel Minyak

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan bahwa 13 sumur migas baru itu memiliki potensi produksi minyak sebanyak 1 juta barel dan potensi produksi gas sebanyak 11,64 miliar kaki kubik.

"Nah, apakah ini termasuk sumur masyarakat? Ini tidak termasuk sumur masyarakat, ini sumur baru yang akan dibor oleh Pertamina PHSS (PT Pertamina Hulu Sanga Sanga)," kata Djoko.

Baca juga: 13 Sumur Migas Baru Ditemukan di Kawasan Transmigrasi Dekat IKN

Selain itu, SKK Migas juga masih mengidentifikasi apakah terdapat sumur tua untuk masyarakat yang nantinya bisa dimanfaatkan.

Ia menargetkan, eksplorasi 13 sumur migas baru itu akan mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2026 mendatang.

"Secara teknis kami juga sudah membahas bahwa minyak itu kan di dalam perut bumi, jadi yang kita manfaatkan adalah sumber energi di perut bumi. Kalau di atas lahannya itu ada bangunan, ada tanaman, ada sawah, kebun, kita bisa ngebor miring di sebelahnya yang lahannya mungkin tidak dimanfaatkan," lanjut dia.

Beri Kompensasi kepada Warga Transmigran

Sementara Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanegara menegaskan akan memberikan kompensasi yang sepadan kepada warga transmigran apabila lahannya terimbas pengeboran sumur migas tersebut.

"Apakah itu berada di lahan masyarakat yang sudah dimanfaatkan atau misalkan lahan kosong sisa HPL yang masih berada dalam penguasaan kami," kata Iftitah.

Baca juga: Investor Korea Masuk IKN, Bangun Hotel dan Apartemen Rp 1,15 Triliun

Untuk itu, Kementerian Transmigrasi bersama SKK Migas menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan (HPL) transmigrasi untuk penerbitan Hak Pakai eksplorasi sumur migas di sana.

Ia juga menyambut baik potensi pengembangan wilayah transmigrasi lewat eksplorasi sumber daya alam (SDA) tersebut.

"Tadi kami juga sudah sepakat bahwa nanti akan ada pembangunan infrastruktur di dasar. Jadi kami tidak harus mengeluarkan dana untuk infrastruktur dasar. Seperti jalan, jembatan, dan lain-lain karena akan ditopang oleh industri," ucap Iftitah.

Tak hanya itu, Iftitah juga berharap eksplorasi migas di Samboja bisa membuka lapangan pekerjaan untuk para transmigran Samboja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau