Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peluang MICE Global, Catatan Rahayu Saraswati tentang Masa Depan IKN

Kompas.com, 14 Juli 2026, 10:39 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara (IKN) perlahan mengubah rupa rimbun belantara Kalimantan Timur menjadi harmoni visual yang modern.

Struktur bangunan-bangunan yang megah mulai berdiri, bersanding dengan pepohonan yang sengaja dijaga kelestariannya.

Akhir pekan lalu, tepatnya pada Jumat (10/7/2026), keheningan proyek pembangunan ini menyambut kedatangan delegasi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI.

Baca juga: Warga Bisa Laporkan Karhutla IKN Lewat Panic Button Aplikasi IKNOW

Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Kehadirannya bertujuan untuk menelisik proyeksi ekonomi jangka panjang dari ibu kota baru ini. Ia juga menyaksikan awal dari perubahan besar wajah jalan tol yang menjadi infrastruktur konektivitas Indonesia.

"Tadi kami juga sudah mencoba jalan tolnya, sangat lancar, mulus, dan luas sekali. Saya rasa ini bisa menambah animo masyarakat lokal maupun internasional untuk melihat Ibu Kota Negara baru yang sangat futuristik ini," tutur Rahayu.

Kelancaran infrastruktur penunjang tersebut melahirkan gagasan tentang perannya yang lebih luas dari sekadar fungsi administratif pemerintahan.

Salah satu gagasan utama yang dibawa oleh Rahayu adalah transformasi IKN sebagai episentrum baru bagi industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) global.

Baca juga: Sejarah Baru Dimulai, Angkatan Pertama Injakkan Kaki di SMA Taruna Nusantara IKN

Ketersediaan fasilitas modern yang dipadukan dengan konsep keberlanjutan dinilai menjadi daya pikat utama yang belum dimiliki oleh kota-kota besar lain di dunia.

IKN diproyeksikan tidak hanya menjadi ruang sidang para birokrat, tetapi juga ruang temu para pelaku industri, akademisi, dan investor internasional.

Pengembangan konsep MICE di IKN ini diyakini akan membawa dampak ekonomi yang luas bagi kawasan penyangga.

"Kalau misalkan IKN ini bisa menjadi pemantik untuk membawa para wisatawan keliling ke daerah-daerah sekitar, itu menjadi insentif untuk desa-desa di sekitar IKN mengembangkan wisatanya masing-masing. Banyak hal yang saya rasa bisa dikembangkan untuk kembali lagi menghadirkan multiplier effect," jelas Rahayu.

Baca juga: Cek Kesehatan di IKN, 46,4 Persen Pegawai Alami Kolesterol Tinggi

Konsep ini menuntut keterlibatan aktif ekosistem lokal. Dengan menjadikan IKN sebagai magnet kegiatan internasional, desa-desa wisata di Kalimantan Timur memiliki peluang untuk menyajikan keunikan budaya dan alam mereka kepada dunia.

Sport Tourism

Selain MICE, Rahayu menyoroti potensi besar IKN dalam pengembangan sports tourism dan wellness tourism.

Sebagai seorang yang menggemari olahraga lari, ia merasakan atmosfer malam hari di IKN sangat mendukung bagi kegiatan fisik luar ruangan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau