NUSANTARA, KOMPAS.com - Putra mendiang Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Troy Pantouw, Romeo Pantouw, mengenang ayahnya sebagai sosok praktisi komunikasi yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Romeo, mendiang menjadi sosok yang menginspirasi dirinya, termasuk saat keduanya sempat berkolaborasi dalam sejumlah proyek di bidang komunikasi.
"Beliau tidak hanya mengerti teori, tapi juga praktisi komunikasi yang sangat luar biasa," ujar Romeo di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (26/07/2026).
Baca juga: Troy Harold Yohanes Pantouw, Juru Bicara Otorita IKN Meninggal Dunia
Romeo yang kini menempuh pendidikan pascasarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia mengatakan, ia banyak belajar dari sang ayah.
"Saya sendiri sebagai mahasiswa pascasarjana komunikasi juga di Universitas Indonesia, sangat look up to him, sangat terinspirasi dengan beliau. Tidak hanya dengan teori-teorinya, tapi beliau betul-betul mempraktikkan komunikasinya secara baik. Baik ke pemerintah dalam IKN maupun terhadap kami keluarganya sendiri," katanya.
Romeo mengatakan, pelajaran paling berharga yang ia peroleh dari sang ayah bukan berasal dari nasihat, melainkan dari teladan yang ditunjukkan selama hidup.
Menurut dia, Troy Pantouw merupakan pribadi yang tidak pernah berhenti belajar dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Baca juga: Otorita IKN Lepas 7 Penerima Beasiswa Universitas Brawijaya
"Beliau orang yang tidak mau berhenti belajar, terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi, terus mengembangkan network, dan tetap rendah hati," ujar Romeo.
Ia menuturkan, nilai-nilai tersebut dipelajari dari tindakan sang ayah dalam keseharian.
"Tidak melalui perkataan beliau, tapi melalui tindakan beliau selama beliau hidup," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Romeo juga menyampaikan bahwa keluarga masih menerima pelayat di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto.
Ia mengatakan, prosesi penyerahan jenazah dari Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono kepada keluarga dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/07/2026) pukul 10.00 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.
Setelah prosesi tersebut, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.
Romeo mengungkapkan, kabar meninggalnya sang ayah menjadi kejutan bagi keluarga. Malam sebelum meninggal, keluarga masih sempat melakukan panggilan video bersama untuk berdoa, dan menurutnya saat itu Troy Pantouw masih terdengar sehat.
Ia mengatakan, beberapa hari terakhir ayahnya hanya mengeluhkan gejala flu dan badan terasa pegal.
Baca juga: IKN Terus Digenjot, Ada 15 Paket dalam Tahap Konstruksi
Menurut Romeo, keluarga mendapat informasi bahwa Troy Pantouw ditemukan sudah tidak bernapas di tempat tidurnya setelah tidak keluar dari kamar sesuai jadwal kegiatan pada pagi hari. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit sebelum dokter menyatakan telah meninggal dunia.
Romeo juga menyampaikan bahwa ayahnya memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Namun, menurut dia, kondisi tersebut selama ini terkontrol dengan konsumsi obat rutin dan bukan merupakan masalah kesehatan yang berat.
"Tapi memang apa yang kami dengar, kematiannya secara wajar, tidak ada lebam, tidak ada tanda-tanda kekurangan oksigen. Untuk kami menyerahkan kepada pihak yang berwenang, kepada Polri, TNI, saya yakin sudah bekerja keras untuk kasus ini," tegas Romeo.
Sebagai informasi, Troy Pantouw dinyatakan meninggal dunia di RS Hermina IKN, pada Sabtu (25/07/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang