Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keluarga Kenang Jubir Otorita IKN Troy Pantouw: Praktisi Komunikasi Hebat

Kompas.com, 26 Juli 2026, 14:20 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Putra mendiang Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Troy Pantouw, Romeo Pantouw, mengenang ayahnya sebagai sosok praktisi komunikasi yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Romeo, mendiang menjadi sosok yang menginspirasi dirinya, termasuk saat keduanya sempat berkolaborasi dalam sejumlah proyek di bidang komunikasi.

"Beliau tidak hanya mengerti teori, tapi juga praktisi komunikasi yang sangat luar biasa," ujar Romeo di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (26/07/2026).

Baca juga: Troy Harold Yohanes Pantouw, Juru Bicara Otorita IKN Meninggal Dunia

Romeo yang kini menempuh pendidikan pascasarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia mengatakan, ia banyak belajar dari sang ayah.

"Saya sendiri sebagai mahasiswa pascasarjana komunikasi juga di Universitas Indonesia, sangat look up to him, sangat terinspirasi dengan beliau. Tidak hanya dengan teori-teorinya, tapi beliau betul-betul mempraktikkan komunikasinya secara baik. Baik ke pemerintah dalam IKN maupun terhadap kami keluarganya sendiri," katanya.

Rendah Hati

Romeo mengatakan, pelajaran paling berharga yang ia peroleh dari sang ayah bukan berasal dari nasihat, melainkan dari teladan yang ditunjukkan selama hidup.

Menurut dia, Troy Pantouw merupakan pribadi yang tidak pernah berhenti belajar dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Baca juga: Otorita IKN Lepas 7 Penerima Beasiswa Universitas Brawijaya

"Beliau orang yang tidak mau berhenti belajar, terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi, terus mengembangkan network, dan tetap rendah hati," ujar Romeo.

Ia menuturkan, nilai-nilai tersebut dipelajari dari tindakan sang ayah dalam keseharian.

"Tidak melalui perkataan beliau, tapi melalui tindakan beliau selama beliau hidup," katanya.

Kronologi Kematian

Dalam kesempatan yang sama, Romeo juga menyampaikan bahwa keluarga masih menerima pelayat di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto.

Ia mengatakan, prosesi penyerahan jenazah dari Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono kepada keluarga dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/07/2026) pukul 10.00 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.

Setelah prosesi tersebut, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.

Romeo mengungkapkan, kabar meninggalnya sang ayah menjadi kejutan bagi keluarga. Malam sebelum meninggal, keluarga masih sempat melakukan panggilan video bersama untuk berdoa, dan menurutnya saat itu Troy Pantouw masih terdengar sehat.

Ia mengatakan, beberapa hari terakhir ayahnya hanya mengeluhkan gejala flu dan badan terasa pegal.

Baca juga: IKN Terus Digenjot, Ada 15 Paket dalam Tahap Konstruksi

Menurut Romeo, keluarga mendapat informasi bahwa Troy Pantouw ditemukan sudah tidak bernapas di tempat tidurnya setelah tidak keluar dari kamar sesuai jadwal kegiatan pada pagi hari. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit sebelum dokter menyatakan telah meninggal dunia.

Romeo juga menyampaikan bahwa ayahnya memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Namun, menurut dia, kondisi tersebut selama ini terkontrol dengan konsumsi obat rutin dan bukan merupakan masalah kesehatan yang berat.

"Tapi memang apa yang kami dengar, kematiannya secara wajar, tidak ada lebam, tidak ada tanda-tanda kekurangan oksigen. Untuk kami menyerahkan kepada pihak yang berwenang, kepada Polri, TNI, saya yakin sudah bekerja keras untuk kasus ini," tegas Romeo.

Sebagai informasi, Troy Pantouw dinyatakan meninggal dunia di RS Hermina IKN, pada Sabtu (25/07/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau