Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menengok Kawasan Yudikatif IKN, Begini Progres Terbarunya

Kompas.com, 2 Agustus 2026, 21:21 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menerima kunjungan penting.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta jajarannya menyambut kehadiran Hakim Konstitusi Arsul Sani bersama Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi RI, Heru Setiawan, Jumat (31/7/2026).

Kunjungan kerja ini berfokus pada peninjauan langsung perkembangan pembangunan infrastruktur yudikatif yang menjadi salah satu pilar utama penataan pusat pemerintahan baru.

Baca juga: Aturan Ketat di IKN: Laki-laki Tak Boleh Masuk Tower HPK Perempuan

Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan data konstruksi di Balai Kota Otorita IKN. Dalam kesempatan tersebut, Basuki menyampaikan perkembangan pembangunan kawasan pemerintahan, sekaligus mengapresiasi dukungan kelembagaan negara yang terus mengawal keberlanjutan proyek ini.

Berdasarkan paparan resmi data konstruksi, rata-rata progres fisik bangunan gedung di kawasan yudikatif kini telah mencapai 11,8 persen.

Sementara itu, pengerjaan infrastruktur pendukung berupa jalan kawasan yudikatif mencatatkan angka yang lebih tinggi, yakni mencapai 27,6 persen dengan panjang total lintasan mencapai 7,8 kilometer.

Secara khusus, proyek pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial menunjukkan grafik positif.

Baca juga: 65 Persen Wilayah IKN Tetap Jadi Kawasan Lindung

Per 29 Juli 2026, progres fisik pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi tercatat menyentuh angka rata-rata 12,41 persen.

Rencana induk pembangunan mencatat bahwa Gedung Mahkamah Konstitusi ini akan berdiri di atas lahan dengan total luas bangunan mencapai 44.691 meter persegi.

Guna menunjang efisiensi kerja lembaga yudikatif tertinggi tersebut, gedung dirancang dengan kelengkapan fasilitas memadai, termasuk ruang sidang pleno berkapasitas 400 orang, ruang rapat permusyawaratan hakim, ruang kerja kelembagaan, serta berbagai zona fasilitas pendukung lainnya.

Arsul Sani mengemukakan, kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan ketepatan jadwal pembangunan fisik Gedung Mahkamah Konstitusi.

Penjelasan komprehensif dari jajaran Otorita IKN memberikan gambaran nyata mengenai tahapan konstruksi yang sedang berjalan.

Baca juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Otorita IKN Siapkan Beragam Kegiatan

“Kami dari Mahkamah Konstitusi, dari kesekjenan, dan saya mewakili para Hakim Konstitusi ingin melihat secara langsung progres perkembangan pembangunan gedung Mahkamah Konstitusi di sisi yudikatif," ujar Arsul.

"Alhamdulillah, dengan diantar oleh Pak Kepala Otorita IKN, kami telah mendapatkan update dan penjelasan yang gamblang dari teman-teman Otorita IKN tentang progres yang ada. Ini tentu membanggakan dan menimbulkan optimisme bahwa sesuai dengan schedule-nya nanti pembangunan ini bisa diselesaikan,” tutur Arsul.

Selepas sesi paparan dan dialog, rombongan Mahkamah Konstitusi bergegas meninjau titik pembangunan di kawasan proyek yudikatif dan legislatif.

Baca juga: Keluarga Kenang Jubir Otorita IKN Troy Pantouw: Praktisi Komunikasi Hebat

Agenda peninjauan tersebut ditutup dengan kegiatan simbolis berupa penanaman pohon di Plaza Yudikatif.

Menutup rangkaian kunjungan, Arsul menyampaikan pandangannya mengenai arti penting penyelesaian megaproyek nasional ini bagi masa depan tata kelola pemerintahan Indonesia.

“IKN ini merupakan calon ibu kota kita bersama dan menurut saya harus sukses, harus bisa selesai sesuai dengan yang telah diputuskan oleh Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Kami punya keyakinan, kepemimpinan Otorita IKN saat ini akan mampu merampungkan seluruh target pembangunan dengan baik,” pungkas Arsul.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau