JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka suara terkait konflik lahan proyek Bandara Naratetama atau VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN).
Saat ditemui usai Rapat Pra-Operasi Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan di Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta Utara, Senin (4/3/2024).
"Ada beberapa masalah terkait dengan lahan ini yang terus kami kawal sehingga mudah-mudahan bisa dituntaskan segera," ucap AHY.
Sebagai informasi, sembilan petani asal Penajam Paser Utara (PPU) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kaltim karena diduga menghalangi pembangunan proyek Bandara VVIP IKN.
Dilansir dari Tribun News, para petani itu ditahan selama kurang lebih satu minggu. Mereka adalah anggota kelompok tani Saloloang, PPU.
Namun demikian, sembilan petani tersebut telah dikembalikan ke rumah keluarga masing-masing pada Jumat (1/3/2024) malam dan ditangguhkan masa penahannya.
Baca juga: Ridwan Kamil Rancang Plaza Pahlawan IKN, Berkonsep Gugur Bunga
Menurut laporan kepolisian, sembilan petani itu menghentikan aktivitas pekerja yang sedang membuka lahan untuk proyek bandara. Pasalnya lahan tersebut merupakan garapan mereka, yakni Kelompok Tani Saloloang.
Oleh karena itu, para petani meminta lahan tersebut tidak dibuka sebelum ada verifikasi lahan yang sudah dijadwalkan pemerintah.
Meski demikian, para pekerja proyek itu akhirnya melaporkan warga ke kepolisian. Polisi menangkap warga karena mereka dianggap melakukan ancaman dan membawa senjata tajam saat menghentikan kegiatan pembukaan lahan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.