Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 75,77 Triliun, Ini Dampaknya buat Ekonomi

Kompas.com, 29 Oktober 2026, 09:38 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com — Komitmen pelaku usaha swasta dalam mendanai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan tren positif.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, mengungkapkan, hingga pertengahan Oktober 2026, total akumulasi nilai investasi swasta murni yang masuk ke ibu kota baru tersebut resmi menyentuh angka Rp 75,77 triliun.

"Capaian Rp 75,77 triliun tersebut berasal dari 73 pelaku usaha yang telah mengikat komitmen lewat penandatanganan 84 Perjanjian Kerja Sama (PKS)," ungkap Roi kepada Kompas.com, bebarapa waktu lalu.

Baca juga: Proyek IKN Kian Masif, Setoran Pajak Kaltim Tembus Rp 12,69 Triliun

Capaian ini menegaskan bahwa pembangunan IKN kian bertumpu pada kekuatan pasar, sekaligus membuktikan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.

Otorita IKN mencatat, aliran modal swasta domestik tersebut mengalir ke berbagai proyek fisik vital, mulai dari properti, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pusat komersial.

Rincian sektor dan konglomerasi yang masuk IKN

Masuknya investasi swasta murni senilai Rp 75,77 triliun tersebut terbagi ke dalam beberapa sektor utama:

1. Konsorsium Properti dan Kawasan Terpadu

Konsorsium Nusantara yang dipimpin Agung Sedayu Group bersama jajaran konglomerat nasional, menjadi penyumbang porsi terbesar melalui pembangunan hotel bintang lima, pusat perbelanjaan, dan kawasan perkantoran.

2. Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan

Jaringan rumah sakit swasta nasional seperti Mayapada Hospital dan RS Hermina merealisasikan pembangunan fasilitas medis modern, disusul lembaga pendidikan swasta yang membangun sekolah internasional.

3. Perbankan dan Pusat Keuangan

Sektor perbankan nasional membangun kantor cabang dan pusat layanan keuangan digital untuk menopang transaksi bisnis di kawasan inti.

4. Komersial dan Ritel

Pengembang sarana kuliner, area ritel, dan pusat hiburan terus mempercepat penyelesaian proyek untuk menyambut kedatangan penghuni baru.

Dampak langsung bagi ekonomi lokal

Suntikan investasi swasta murni sebesar Rp 75,77 triliun ini membawa dampak ganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian lokal di sekitar IKN.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau