Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com – Pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menorehkan catatan penting.
Uskup Agung Jakarta sekaligus Ordinaris Militer Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo, meninjau langsung progres pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius pada Selasa (20/10/2026).
Baca juga: Delineasi IKN Dihantam 309 Karhutla, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Orang Tersangka
Kunjungan pastoral ini menjadi momen perdana bagi Kardinal Suharyo melihat wujud fisik IKN secara langsung, di mana sebelumnya hanya memantau perkembangan ibu kota baru tersebut dari pemberitaan media.
Didampingi Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Kardinal Suharyo mengecek kesiapan rumah ibadah yang diproyeksikan bakal mengukir sejarah baru bagi umat Katolik di Tanah Air.
Jika seluruh proses persiapan teknis dan administratif berjalan lancar, Gereja Santo Fransiskus Xaverius di KIPP IKN disiapkan untuk diresmikan sebagai basilika pertama di Indonesia.
Kardinal Suharyo mengapresiasi kerja keras jajaran pengembang dan Otorita IKN dalam merampungkan fasilitas keagamaan tersebut. Namun, ia menegaskan masih ada sejumlah detail teknis yang wajib dipenuhi sebelum status basilika resmi disandang.
Baca juga: Tembus Rp 75,77 Triliun! Ini Daftar Investor Swasta yang Resmi Masuk IKN
"Dari keterangan Bapak Basuki, saya merasa semua yang bekerja di sini sungguh-sungguh berusaha sebaik-baiknya. Tentu syukur, karena di dalam kompleks IKN ini ada gereja yang begitu besar, yang akan diresmikan sebagai basilika. Kalau nanti itu terjadi, inilah satu-satunya basilika di Indonesia," ujar Kardinal Suharyo.
Secara konsep, bangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius dirancang menonjolkan pendekatan inkulturasi budaya Nusantara yang dipadukan dengan nilai-nilai kerukunan antarumat beragama.
Kawasan gereja ini dilengkapi dengan Plaza Kerukunan, sebuah ruang terbuka publik yang difungsikan sebagai titik temu serta penghubung fisik antara gereja dan komplek tempat ibadah agama lainnya di IKN.
"Gerejanya dibangun dengan nuansa inkulturasi yang sangat kuat, serta cita-cita kerukunan antarumat yang tajam. Ada Plaza Kerukunan yang nantinya terhubung dengan simbol tempat-tempat ibadah lainnya," lanjutnya.
Usai mengelilingi area KIPP, Kardinal Suharyo menilai pembangunan IKN merupakan langkah strategis yang visioner untuk menjawab kebutuhan Indonesia di masa depan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.