NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang untuk menjadi superhub ekonomi nasional atau disebut sebagai Superhub Nusantara.
Adanya Superhub Nusantara dimaksudkan untuk menyamaratakan pembangunan nasional antara daerah barat dan timur Indonesia.
Deputi Perencanaan dan Pertanahan OIKN Mia Amalia mengatakan, hingga saat ini, pembangunan masih didominasi daerah Jawa dan Sumatera. Kondisi ini bahkan belum pernah berubah arah ke wilayah timur Indonesia.
Baca juga: Dipuji Basuki, Proyek Jaringan Perpipaan Transmisi di IKN Dilengkapi Jalan Inspeksi
“Perlu satu usaha yang cukup kuat untuk memindahkan titik berat dari pembangunan ini ke tengah Indonesia ini merupakan salah satu caranya,” ungkap Mia dalam Forum Akademik Nusantara, Jumat (8/3/2024).
Dikatakan, nantinya dalam Superhub Nusantara akan dikembangkan 6 klaster ekonomi masa depan. Mulai dari industri teknologi bersih, farmasi terintegrasi dan industri pertanian berkelanjutan.
Ada juga klaster ekonomi yang tidak ekstraktif seperti wisata kesehatan dan kebugaran, industri kimia maju dan turunannya serta sektor energi terbarukan.
Baca juga: Jokowi Ucapkan Kata Dimulai 4 Kali, Tegaskan Pembangunan IKN Masih Panjang
“Kami sudah menganalisis dan kami sudah mendampingkan kluster ekonomi di Superhub dengan sektor eknomoi yang berkembang di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa," papar Mia.
Ia menegaskan, penyesuaian perlu dilakukan sehingga nantinya industri di Superhub dengan yang sudah ada di Sumater dan Jawa, tidak saling mematikan tapi bisa maju bersama.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.