Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Rumah para pembantu Presiden atau rumah tapak jabatan menteri (RTJM) di Ibu Kota Nusantara (IKN) hampir tuntas.
Dalam pantauan Kompas.com, Sabtu (23/3/2024), saat ini RTJM masuk dalam tahap penyelesaian pekerjaan eksterior, interior, dan lanskap.
Kepala Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga mengatakan, progresnya sudah mencapai angka 83,94 persen.
"Proyek rumah dinas menteri tersebut ditargetkan beres dan bisa dihuni pada Juli 2024," ujar Danis kepada Kompas.com.
Baca juga: Mafia Tanah Disebut Kuasai Lahan Strategis IKN, Ini Langkah BBT
RTJM dibangun sebanyak 36 unit oleh kontraktor pelaksana PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Ciriajasa Engineering & Management Consultant KSO dan pengawas dari PT Yodya Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp 493 miliar.
Sementara Kepala Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan (BP2P) Kalimantan II Hujurat menyampaikan, pembangunan rumah tapak jabatan menteri didesain agar dapat merespons kondisi topografi berkontur.
"Pembangunan rumah tapak jabatan menteri terdiri dari dua tipe rumah yang mengikuti kontur lahan, yaitu tipe upslope dan downslope," jelasnya .
Seluruh rumah tapak jabatan menteri (RTJM) di Ibu Kota Nusantara (IKN) dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), mebel, fasilitas umum, fasilitas sosial, serta sistem Smart Design Building dengan akses 100 persen terhadap internet.
Lalu untuk tipe downslope yang dibangun sebanyak 11 unit, diperuntukkan bagi hunian yang berada di lereng bukit sehingga elevasi belakang rumah lebih rendah daripada elevasi jalan.
"Selain didesain untuk mengikuti kontur lahan sehingga meminimalisir cut and fill, rumah tapak jabatan menteri juga didesain untuk responsif terhadap iklim dan bencana," tandas Hujurat.
Baca juga: Pemerintah Bisa Contek Spanyol, Bikin IKN Jadi Loveable City
Seluruh 36 unit RTJM dibangun di kawasan Persil 104 dengan lahan seluas 10,6 hektar, dan Persil 105 dengan lahan seluas 9,1 hektar.
Rinciannya, sebanyak 24 unit rumah di Persil 104, dan sisanya 12 unit rumah di Persil 105.
Seluruhnya dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), mebel, fasilitas umum, fasilitas sosial, serta sistem Smart Design Building dengan akses 100 persen terhadap internet.
Masing-masing unit setinggi dua lantai. Lantai basement peruntukkan kamar tidur supir, kamar mandi dan ruang jaga.
Lantai pertama merupakan area kedinasan, sedangkan di lantai kedua merupakan area privat keluarga.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.