Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DPD Minta Proyek IKN Sesuai Jadwal agar Perpindahan ASN Berjalan

Kompas.com, 23 September 2026, 10:36 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin meminta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan Sultan saat melakukan kunjungan kerja bersama sejumlah anggota DPD RI untuk melihat langsung perkembangan pembangunan IKN, Selasa (22/09/2026).

Sultan mengatakan, ketepatan waktu pembangunan IKN berkaitan dengan persiapan perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga ke Nusantara.

Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Ratusan Robot Terbang Beraksi di IKN

"Kita harap timetable atau scheduling yang sudah dibuat itu memang on time, sehingga nanti penjadwalan para ASN, kementerian, dan lembaga-lembaga lainnya juga itu nanti bisa berjalan sesuai dengan target," ujar Sultan, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (23/09/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sultan didampingi sejumlah anggota DPD RI, yakni Anggota DPD RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur Yulianus Henock Sumual, Anggota DPD RI Dapil Papua Henock Puraro, serta Anggota DPD RI Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) Mirah Midadan Fahmid.

Sultan mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan secara khusus untuk melihat perkembangan terkini pembangunan IKN.

Baca juga: KRTI 2026 di IKN Bidik Hilirisasi Teknologi Robot Terbang

"Saya beserta beberapa anggota DPD, ada yang dari Dapil Kalimantan, ada NTB, ada dari Papua. Kita memang melakukan kunjungan secara khusus, kunjungan kerja untuk melihat langsung perkembangan terkini atau progres dari Ibu Kota Negara kita, IKN kita," kata Sultan.

Progres Kawasan Legislatif IKN

Dalam kunjungan tersebut, Sultan bersama rombongan meninjau sejumlah proyek strategis di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Proyek yang ditinjau meliputi Istana Negara, Istana Wakil Presiden, serta persil Gedung DPD yang berada di Kawasan Legislatif.

Berdasarkan data Otorita IKN, progres pembangunan Kawasan Legislatif saat ini mencapai rata-rata 14,8 persen untuk bangunan gedung.

Sementara itu, pembangunan jalan di Kawasan Legislatif dengan total panjang 3,7 kilometer telah mencapai progres 30,4 persen.

Baca juga: Mitigasi Banjir, IKN Tambah 24 Embung pada 2026

Adapun secara khusus, pembangunan Gedung DPD telah mencapai progres 14,2 persen.

Sultan mengapresiasi perkembangan pembangunan IKN yang dilihatnya secara langsung. Ia menyebut perkembangan tersebut berlangsung progresif dan masif.

"Dan, saya cukup appreciate dan surprise dengan perkembangan yang sangat progresif, sangat masif," ujar Sultan.

Otorita IKN Harap Dukungan DPD Berlanjut

Sebelum meninjau sejumlah proyek di KIPP Nusantara, Sultan dan rombongan diterima Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran di Kantor Balai Kota Otorita IKN.

Baca juga: Mitigasi Banjir, IKN Tambah 24 Embung pada 2026

Basuki berharap kunjungan lembaga tinggi negara tersebut dapat memperkuat dukungan terhadap keberlanjutan pembangunan IKN.

"Kami ingin menyampaikan kemajuan yang telah kita capai untuk pembangunan IKN sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025. Ini akan melengkapi dukungan politis untuk kami, khususnya bagi keberlanjutan pembangunan IKN ke depan," ujar Basuki.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau