NUSANTARA, KOMPAS.com - Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menjadi ajang kompetisi mahasiswa untuk mengembangkan teknologi robot terbang dan sistem tanpa awak.
Inovasi yang dihasilkan dalam kompetisi tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemetaan, pemantauan lingkungan, hingga mitigasi bencana.
Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Agus Rubiyanto dalam pembukaan KRTI 2026 di Multifunction Hall Kantor Bersama IKN, Senin (21/09/2026).
Baca juga: KRTI 2026 di IKN Bidik Hilirisasi Teknologi Robot Terbang
"Melalui inovasi yang nantinya adik-adik ciptakan hari ini, kalian sedang mempersiapkan fondasi kemandirian teknologi Indonesia di masa depan," ujarnya.
Agus juga mengatakan, pemilihan IKN sebagai lokasi KRTI memiliki makna karena IKN dirancang sebagai kota masa depan yang cerdas, hijau, dan berbasis teknologi.
"Maka sangat tepat rasanya jika teknologi masa depan seperti drone, kemudian wahana udara nirawak ini kita kompetisikan di sini," kata Agus.
Baca juga: Proyek Jalan IKN Rp 3,98 Triliun Dikawal Kejagung
KRTI 2026 berlangsung pada 21-25 September 2026. Dalam pelaksanaan final, ITK melibatkan 80 orang panitia dan sekitar 190 mahasiswa.
Selain itu, lebih dari 1.250 peserta dan unsur pendukung mendapatkan fasilitasi di kawasan Otorita IKN selama rangkaian kegiatan.
KRTI 2026 diarahkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi mahasiswa, tetapi juga mendorong hilirisasi teknologi robot terbang yang dikembangkan perguruan tinggi.
Ketua Panitia KRTI 2026 sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITK Erma Suryani mengatakan penyelenggaraan KRTI di IKN menjadi ruang untuk mempertemukan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan kota masa depan.
"Harapannya nanti akan ada banyak hilirisasi dari produk-produk yang ada di sini. Berbagai inovasi KRTI seperti robot terbang, sistem otonom, pemetaan, pemantauan lingkungan, dan mitigasi bencana diharapkan dapat terus dikembangkan," kata Erma pada kesempatan yang sama.
Baca juga: Mitigasi Banjir, IKN Tambah 24 Embung pada 2026
Adapun KRTI 2026 mengusung tema From Sky to Smart Capital, UAV Innovation for Indonesia's Future City.
"Kita menyaksikan semangat yang luar biasa dari seluruh kampus di Indonesia," ucap dia.
Lomba dibagi ke dalam lima divisi, yakni Fixed Wing, Racing Plane, Vertical Takeoff and Landing (VTOL), Long Endurance Low Altitude (LELA), dan Technology Development.
Erma mengatakan, KRTI 2026 telah melalui tahapan seleksi wilayah pada 13-14 Agustus 2026.