Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wujudkan Indonesia X, Otorita Siapkan Peta Jalan Pendidikan IKN

Kompas.com, 8 Juli 2024, 14:44 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Guna mewujudkan Indonesia X atau Eskperimen dalam rangka transformasi menuju Indonesia Emas 2045, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan Peta jalan Pendidikan.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin menuturkan, peta jalan ini merupakan penyederhanaan dari kebijakan Program Merdeka Belajar yang harus disiapkan dan ditata dengan sangat baik melalui pedoman (guidance) yang jelas.

"Kami buat alurnya melalui peta jalan ini, sehingga target-target pendidikan akan terwujud. ini sangat penting karena IKN itu kecil, wilayahnya kecil, sekolah-sekolahnya juga kecil," ujar Alimuddin, kepada Kompas.com, di Balikpapan, Senin (8/7/2024).

Baca juga: Peta Jalan Pendidikan IKN, Guru Harus Memahami Bakat dan Potensi Siswa

Alimuddin menuturkan, Peta Jalan Pendidikan IKN ini akan mengakomodasi masukan-masukan dari para pemerhati pendidikan, orangtua, guru, masyarakat, termasuk para siswa.

Masukan-masukan ini akan dipetakan menjadi kebijakan yang lebih sederhana dari Program Merdeka Belajar yang sudah berjalan selama hampir empat tahun.

Alimuddin juga memastikan, peta jalan ini akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi para siswa didik untuk mengembangkan potensi dan bakatnya, seperti di bidang olahraga, lingustik, seni, budaya, dan kecerdasan-kecerdasan lainnya baik akademik maupun non-akademik.

Di sisi lain, peta jalan ini juga mengharuskan para guru untuk mengubah paradigma dan meningkatkan kualitasnya agar memiliki kemampuan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan peserta didik di lapangan.

Baca juga: Mengintip Interior Kantor Presiden di IKN, Ada Bung Karno Berkostum Putih

Guru merupakan holding estate yang harus bisa memahami, dan melayani kebutuhan satu per satu dari total 28 anak didik dalam satu kelas.

Menurut Alimuddin, OIKN bekerja sama dengan mitra pembangunan Tanoto Foundation dan Yayasan Astra dalam meningkat kualitas guru.

Karena guru merupakan kunci pertama yang memengaruhi kualitas pendidikan. Jika gurunya berkualitas maka 52 persen masalah pendidikan dianggap selesai.

"Kalau peserta didik memang tidak suka matematika, ya jangan dipaksa. Pasti dia punya kecerdasan yang lain sebagai anugerah dari Tuhan, yang punya bakat. Setiap anak punya itu, nah para guru harus bisa memahami kecerdasan itu," tegas Alimuddin.

Untuk mengimplementasikan peta jalan ini, OIKN akan memanfaatkan potensi IKN yang memiliki ekosistem yang bisa menjadi bagian dari materi pembelajaran.

Sehingga proses belajar mengajar tidak lagi dilakukan di dalam ruangan kelas, melainkan juga di luar ruangan.

Baca juga: Ini Daftar Proyek IKN yang Kelar Dibangun Bulan Juli 2024

Hal ini sebagaimana misi pendidikan OIKN yang ingin mencetak generasi yang memiliki kemampuan bernalar kritis, dengan memberikan peluang kebebasan berpendapat.

Alimuddin menambahkan, kebijakan di sektor pendidikan yang berlaku di IKN ini harus berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, tidak bisa lagi dirumuskan secara top down.

"Oleh karena itu, setelah konsultansi publik akan digelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Peta Jalan Pendidikan ini," imbuh Alimuddin.

Menurutnya, kebijakan negara memang harus dilaksanakan, namun kebijakan negara juga harus disusun dari bawah, masyarakat tahu dan mampu mengimplementasikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau