Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Makna Arsitektur Istana yang Bakal Ditempati Gibran di IKN

Kompas.com, 13 Agustus 2024, 12:46 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Istana Wakil Presiden (Wapres) di Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dimulai pada Senin (12/8/2024).

Istana Wapres IKN mengusung konsep Huma Betang Umai yang berarti Rumah Panjang Ibu dalam bahasa Dayak.

Baca juga: Proyek Hotel Garapan Konglomerat Sukanto Tanoto di IKN Resmi Dimulai

Artinya, rumah yang besar untuk memberi ruang bersama dan memberikan peran mengayomi seperti ibu.

Arsitek Istana Wapres IKN Daliana Suryawinata mengatakan, konsep rumah panjang ibu ini sangat penting untuk ada di atas puncak bukit dan atapnya itu besar seperti ibu yang menaungi.

"Diisi oleh panel surya yang memenuhi untuk keseluruhan energi bangunan yang mana bangunannya juga didesain secara hemat energi. Sehingga ada konsep hybrid cooling yaitu memaksimalkan penghawaan silang dengan AC hemat energi," ujar Daliana saat ditemui usai groundbreaking Istana Wapres IKN.

Huma Betang Umai dijadikan konsep arsitektur dari Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN).SHAU Huma Betang Umai dijadikan konsep arsitektur dari Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, dengan orientasi bangunan yang mengikuti arah matahari, sumbu barat-timur, pemanasan akan berkurang sehingga energi yang dibutuhkan untuk mendinginkan bangunan jadi berkurang.

"Kita ingin di masa depan bangunan-bangunan di Nusantara itu hemat energi dan tidak konsumtif. Ini penting untuk lingkungan, kesehatan pengguna bangunan, dan kenyamannnya juga," imbuh Daliana.

Baca juga: Intiland Bangun Tiga Proyek di IKN, Nilai Investasi Tembus Rp 3,8 Triliun

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti mengatakan, pembangunan Istana Wapres IKN terbagi menjadi dua tahap.

Masjid di Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara karya SHAU ArchitectsSHAU Masjid di Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara karya SHAU Architects
"Tahap pertama dilakukan pembangunan istana, kantor, hunian dan bangunan penunjang yang akan diselesaikan pada Agustus 2025. Lalu selanjutnya pada tahap kedua kita (Kementerian PUPR) akan melaksanakan lelang kembali," kata Diana.

Dilansir dari laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, pagu anggaran proyek tersebut adalah sebesar Rp 1,7 triliun.

Sampai dengan artikel ini ditulis, pemenang yang tertera di laman LPSE adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan harga penawaran dan harga terkoreksi Rp 1,457 triliun.

Namun angka tersebut bukan hanya untuk pembangunan Istana Wapres IKN, tetapi mencakup proyek Kantor Wapres, Kantor Setwapres, Kediaman Wapres, Bangunan Pendukung Lainnya serta Penataan Kawasan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau