Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Balik Meriahnya HUT RI di IKN, Ada Perancang Acara Kelas Dunia Wishnutama

Kompas.com, 20 Agustus 2024, 21:20 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pesta HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, tuntas sudah.

Banyak kalangan menilai, perhelatan akbar yang baru kali perdana digelar di Istana Negara, IKN pada 17 Agustus 2024 ini sukses, aman, dan lancar.

Siapa tokoh kunci di balik kemeriahan HUT RI yang sarat dengan atraksi dan hiburan menarik ini?

Baca juga: Sunset Sailing to IKN dengan Pinisi, Merasakan Warisan Budaya Dunia

Salah satunya adalah Wishnutama Kusubandio.

Sejak awal, Wishnutama diperkirakan akan menjadi "arsitek" dari persiapan rangkaian acara bersejarah tersebut.

Hal ini terlihat dari beberapa kali kunjungannya bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke IKN dalam beberapa bulan terakhir.

Wishnutama KusubandioWishnutama Wishnutama Kusubandio
Komitmen dan ketelitian dalam menyiapkan acara sebesar ini tampak jelas saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) periode 2019-2020 itu turun langsung ke lapangan untuk meninjau persiapan, termasuk Kirab Bendera Pusaka yang ia unggah di laman Instagram pribadinya.

Presiden Jokowi yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menyebut HUT RI di IKN telah berjalan dengan sangat baik.

Baca juga: Kelar Pesta 17 Agustus di IKN, Tingkat Hunian Hotel Kaltim Anjlok

"Terima kasih, upacara berjalan dengan baik. Bubarkan," kata Presiden Jokowi saat membubarkan upacara di IKN, Kalimantan Timur, Sabtu (17/08/2024).

Upacara HUT RI di IKN terasa meriah dan megah dengan adanya sejumlah atraksi seperti demo udara pesawat tempur F-16 TNI AU.

Demonstrasi udara ini ditampilkan oleh tim penerbang Garuda dengan menggunakan pesawat tempur F16 Fighting Falcon.

Ada tiga manuver yang ditampilkan yaitu, manuver High-G Turn, High Speed Spiral Climb, serta Bomb Burst.

Acara semakin meriah ketika Lagu Puspa Warni dan Tari Natana Borneo dibawakan, yang membuat suasana di Istana Negara IKN kian semarak.

Sejumlah tamu undangan terlihat ikut menyanyikan lagu tersebut. Perpaduan lagu dan tarian berhasil menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebanggaan akan keanekaragaman budaya Indonesia.

Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024).
Usai "mengarsiteki" upacara HUT RI di IKN, Wishnutama pun mengucap syukur karena seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah tugas selesai DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA TERCINTA ????????????????????????,” tulis Wishnutama di akun Instagram pribadinya, yang dikutip Kompas.com, Selasa (20/8/2024).

Baca juga: Istana Garuda dan Sumbu Penting IKN dalam Perspektif Feng Shui

Sebelumnya, Wishnutama juga terlibat merancang beberapa acara kenegaraan yang diapresiasi dunia seperti, upacara pembukaan dan penutupan Asian Games Tahun 2018.

Kemudian Indonesia National Day di ajang World Expo tahun 2020 yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab, Gala Dinner G20 di Bali tahun 2022, KTT ASEAN ke-43 tahun 2023 di Bali, dan World Water Forum ke-10 di Bali tahun 2024.

Dengan segala persiapan matang dan sentuhan artistik yang kuat, perayaan HUT RI 17 Agustus 2024 di IKN ini pun menuai pujian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau