NUSANTARA, KOMPAS.com - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono dan seluruh jajaran Otorita IKN akan melepas jenazah Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, pada Senin (27/07/2026).
Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, saat ditemui di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (26/07/2026).
"Rencananya besok kami secara kedinasan akan melepas almarhum, dari RSPAD Gatot Soebroto ini dan kemudian almarhum akan disemayamkan di TPU Tanah Kusir," kata Bimo.
Baca juga: Keluarga Kenang Jubir Otorita IKN Troy Pantouw: Praktisi Komunikasi Hebat
Bimo mengatakan sangat terpukul atas kepergian Troy. Ia juga berdoa agar keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan.
"Dan kami semua keluarga besar Otorita IKN selalu berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan dan juga pastinya kami berdoa untuk Almarhum Bapak Troy Pantouw akan diterima di sisi-Nya," ucap Bimo.
Bimo mengaku bahwa dirinya dan Troy sempat intens berkomunikasi untuk membahas sejumlah agenda di IKN.
"Kami memang intens untuk melakukan persiapan kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia ini, itu terakhir hari Jumat (24/07/2026) siang, dan beliau itu sehat-sehat saja tidak ada keluhan apapun," kata Bimo.
Baca juga: Troy Harold Yohanes Pantouw, Juru Bicara Otorita IKN Meninggal Dunia
Meskipun demikian, Bimo menegaskan persiapan seluruh agenda di IKN tetap akan dilanjutkan dan berjalan dengan baik.
"Masih, semua berjalan dengan sesuai dengan rencana-rencana yang sudah kami persiapkan," kata dia.
Sementara itu, anak Troy, Romeo Pantouw, mengungkapkan, kabar meninggalnya sang ayah menjadi kejutan bagi keluarga.
Malam sebelum meninggal, keluarga masih sempat melakukan panggilan video bersama untuk berdoa, dan menurutnya saat itu Troy Pantouw masih terdengar sehat.
Baca juga: IKN Ibu Kota Politik Tahun 2028, Pembangunan Infrastruktur Dikebut
Ia mengatakan, beberapa hari terakhir ayahnya hanya mengeluhkan gejala flu dan badan terasa pegal.
Menurut Romeo, keluarga mendapat informasi bahwa Troy Pantouw ditemukan sudah tidak bernapas di tempat tidurnya setelah tidak keluar dari kamar sesuai jadwal kegiatan pada pagi hari. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit sebelum dokter menyatakan telah meninggal dunia.
Romeo juga menyampaikan bahwa ayahnya memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Namun, menurut dia, kondisi tersebut selama ini terkontrol dengan konsumsi obat rutin dan bukan merupakan masalah kesehatan yang berat.
"Tapi memang apa yang kami dengar, kematiannya secara wajar, tidak ada lebam, tidak ada tanda-tanda kekurangan oksigen. Untuk kami menyerahkan kepada pihak yang berwenang, kepada Polri, TNI, saya yakin sudah bekerja keras untuk kasus ini," kata Romeo.
Sebagai informasi, Troy Pantouw dinyatakan meninggal dunia di RS Hermina IKN, pada Sabtu (25/07/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang