Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Kehadiran para tokoh senior lintas era dalam kancah pembangunan Nasional, kembali mencuri perhatian publik.
Hal ini menyusul langkah strategis yang digagas oleh Siswono Yudohusodo, terkait pengembangan kawasan hunian di Wilayah Pengembangan (WP) 2, Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan, keterlibatan figur yang sarat pengalaman empiris di bidang perumahan rakyat dan konstruksi memberikan dimensi baru.
Baca juga: IKN Bebas Kemiskinan 2035, PNM Siap Dorong Pembiayaan UMKM
"Kunjungan ini adalah bentuk komitmen nyata. Melalui PT Bangun Tiipta Sarana, beliau berencana berinvestasi di sektor perumahan," ujar Basuki, dikutip Kompas.com, Selasa (4/8/2026).
Basuki menganggap kunjungan ini istimewa. Terlebih, Siswono merupakan putera Kalimantan Timur yang pulang membangun tanah kelahirannya.
Kepercayaan dari tokoh senior ini menjadi penyemangat besar, sekaliqus bukti bahwa daya tarik IKN, khususnya WP 2, semakin baik di mata para pelaku usaha.
Langkah ini tidak hanya sebagai investasi modal swasta, juga bentuk transfer pengetahuan moral dan manajerial dari generasi perintis pembangunan infrastruktur Indonesia kepada proyek mercusuar masa depan bangsa.
Baca juga: Menengok Kawasan Yudikatif IKN, Begini Progres Terbarunya
Sebagai mantan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) periode 1988–1993 sekaligus mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), nama Siswono lekat dengan sejarah penataan pemukiman di Tanah Air.
Konsep hunian berimbang yang mewajibkan pengembang memadukan pembangunan rumah sederhana, menengah, dan mewah dalam satu kawasan merupakan salah satu warisan kebijakan penting pada masa kepemimpinannya.
Dalam konteks pembangunan IKN, tantangan terbesar bukan pada membangun gedung-gedung perkantoran atau istana negara, melainkan memastikan bahwa ekosistem perkotaan yang tercipta bersifat inklusif.
Baca juga: 65 Persen Wilayah IKN Tetap Jadi Kawasan Lindung
Kawasan baru ini harus mampu menampung seluruh lapisan masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) golongan bawah, pekerja konstruksi, hingga tenaga profesional, tanpa memicu segregasi sosial atau disparitas harga tanah yang berlebihan.
Pembangunan kota baru tidak boleh terjebak pada eksklusivitas semata. Keberhasilan IKN sangat ditentukan oleh kemampuan penyediaan hunian yang manusiawi, terjangkau, dan terintegrasi dengan sistem transportasi publik.
Keterlibatan sektor swasta yang dipimpin oleh tokoh-tokoh senior dengan reputasi panjang menunjukkan adanya kepercayaan pasar yang mulai terkonsolidasi.
Selama ini, isu utama dalam pemindahan ibu kota berkisar pada kesiapan infrastruktur dasar, aksesibilitas logistik, serta jaminan kenyamanan hidup bagi penduduk gelombang pertama yang bermigrasi.
Baca juga: Tax Holiday 100 Persen Tak Mampu Bikin IKN Dibanjiri Investor
Dengan pengalaman panjang di PT Bangun Tjipta Sarana, perusahaan konstruksi yang telah malang melintang menangani berbagai proyek infrastruktur strategis nasional, gagasan perumahan yang diusung diproyeksikan mampu menjawab standar teknis yang ketat.
Aspek keberlanjutan lingkungan, efisiensi energi, serta integrasi dengan konsepsmart forest city menjadi tolok ukur utama yang wajib dipenuhi oleh setiap pengembang yang masuk ke wilayah IKN.